Hari Perhubungan Nasional, Keselamatan Penerbangan Prioritas Otban Makassar
- 17 Sep 2026 11:48 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros - Peringatan Hari Perhubungan Nasional menjadi momentum bagi insan transportasi udara untuk memperkuat komitmen terhadap keselamatan, keamanan, ketertiban, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah V Makassar, Muhammad Mauludin, dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional yang digelar bersama komunitas bandar udara di Makassar, Kamis, 17 September 2026.
Upacara tahun ini diikuti berbagai unsur yang terlibat dalam operasional penerbangan, mulai dari pengelola bandar udara, maskapai penerbangan, BMKG, Basarnas, hingga unsur TNI Angkatan Udara dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Mauludin, pelaksanaan upacara secara bersama-sama menjadi bagian dari semangat memperkuat sinergi antarstakeholder penerbangan.
“Hari ini kita bersama-sama dengan komunitas bandar udara, dari bandar udara ada GM, kemudian dari AirNav, BMKG, Basarnas, Lanud juga hadir,” ujarnya Kamis 17 September 2026
Ia mengatakan, peringatan Hari Perhubungan Nasional tahun ini berlangsung di tengah berbagai kondisi yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk kebakaran hutan serta aktivitas gunung berapi yang dapat menghasilkan abu vulkanik dan berdampak terhadap penerbangan.
Namun, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi komitmen insan perhubungan dalam menjaga keberlangsungan transportasi yang aman dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam keadaan apa pun negara kita, kita tetap prihatin terhadap apa yang sedang melanda, baik itu kebakaran hutan maupun gunung yang masih mengeluarkan debu vulkanik. Tetapi kami tetap harus semangat sebagai insan perhubungan untuk terus bisa maju menuju Indonesia yang lebih baik, khususnya transportasi udara,” katanya.
Mauludin menegaskan, keselamatan menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan transportasi udara. Pengawasan terhadap operator penerbangan dilakukan untuk memastikan seluruh ketentuan keselamatan dipenuhi.
Ia menyebut, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan terus menekankan pentingnya keamanan, keselamatan, pelayanan dan ketertiban dalam penyelenggaraan transportasi
“Keselamatan tidak boleh ditawar. Keselamatan menjadi jaminan dari peralatan transportasi yang ada di Indonesia,” tegasnya.
Menurut dia, meskipun sektor transportasi menghadapi berbagai tantangan, insan perhubungan harus tetap menjaga kompetensi dan kualifikasi dalam menjalankan tugas.
Pengawasan juga dilakukan melalui pemeriksaan pesawat, pengecekan sertifikasi personel yang terlibat dalam operasional penerbangan, hingga pelatihan untuk memastikan setiap unsur yang bekerja di lingkungan penerbangan memenuhi standar yang dipersyaratkan.
“Kita tetap menjaga sebagai pengawas, memberikan peraturan-peraturan yang memang harus kita taati, kemudian melakukan pengawasan. Kita sosialisasikan peraturan, memeriksa pesawat, pemeriksaan sertifikasi bagi semua orang yang ada di sekitar pesawat, dan memberikan pelatihan,” jelasnya.
Dalam menjalankan fungsi pengawasan, Otban Wilayah V Makassar juga terus membangun komunikasi dengan maskapai dan operator penerbangan.
Mauludin menilai hubungan antara regulator dan operator harus berjalan baik. Namun, koordinasi tersebut tetap harus dibarengi dengan ketegasan dalam memastikan seluruh aturan penerbangan dipatuhi.
“Hubungan kita dengan airlines, dengan para operator penerbangan tentu saja sangat harus baik. Walaupun tegas tetap harus tegas, tetapi dalam hal berkomunikasi tentu saja kita mempunyai cara yang harus berkomunikasi,” katanya.
Sinergi tersebut menjadi semakin penting ketika penerbangan menghadapi kondisi tertentu, seperti cuaca buruk maupun erupsi gunung yang dapat memengaruhi keselamatan penerbangan.
Penumpang Minta Informasi Penundaan Lebih Cepat
Di sisi lain, pengguna jasa penerbangan juga menyampaikan sejumlah harapan pada momentum Hari Perhubungan Nasional.
Salah seorang penumpang, Manalisa Munster, asal Ambon, mengatakan dirinya saat itu sedang melakukan perjalanan dari Ambon menuju Gorontalo dan transit di Makassar.
Ia berharap harga tiket penerbangan, khususnya untuk rute dari dan menuju wilayah Indonesia Timur, dapat lebih terjangkau.
Menurutnya, masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi sangat merasakan beban biaya penerbangan, terutama mereka yang harus bepergian secara rutin untuk bekerja maupun keperluan keluarga.
“Harapan saya ke depannya semoga harga tiketnya tidak terlalu mahal. Karena kita dari Timur, ongkos tiket itu cukup mahal. Diharapkan ke depannya bisa lebih murah lagi agar masyarakat biasa juga mampu untuk membeli,” ujarnya.
Selain harga tiket, Manalisa juga menyoroti pentingnya penyampaian informasi kepada penumpang ketika terjadi gangguan operasional penerbangan.
Ia menilai informasi mengenai penundaan atau pembatalan penerbangan perlu disampaikan lebih cepat, terutama ketika kondisi cuaca maupun fenomena alam berpotensi mengganggu penerbangan.
“Kalau terkait keselamatan perlu dibenahi. Kalau terkait cuaca yang tidak memungkinkan untuk berangkat, itu sudah disampaikan kepada kami para penumpang. Tetapi kadang informasinya terlambat,” katanya.
Ia berharap maskapai dapat memberikan informasi sedini mungkin kepada penumpang sebelum terjadi penundaan atau perubahan jadwal penerbangan.
Harapan tersebut semakin dirasakan penumpang setelah sejumlah penerbangan terdampak erupsi gunung yang menyebabkan gangguan perjalanan udara.
“Banyak sekali yang komplain berkaitan dengan penundaan berangkat,” ujarnya.
Peringatan Hari Perhubungan Nasional pun menjadi momentum untuk mempertemukan dua kepentingan tersebut: regulator yang memastikan keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan, serta masyarakat yang membutuhkan transportasi udara yang aman, terjangkau dan memiliki pelayanan informasi yang cepat dan transparan.
Dengan sinergi antara regulator, operator penerbangan, pengelola bandar udara, lembaga meteorologi, Basarnas, TNI dan stakeholder lainnya, penyelenggaraan transportasi udara diharapkan tetap mampu memberikan layanan yang aman dan andal bagi masyarakat, khususnya pengguna jasa penerbangan di kawasan Indonesia Timur.
Tags: Hari Perhubungan Nasional, Otban Wilayah V Makassar, Muhammad Mauludin, keselamatan penerbangan, transportasi udara, penerbangan Makassar, harga tiket pesawat, penumpang, erupsi gunung, BMKG, maskapai penerbangan, Indonesia Timur
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....