FKUB Makassar Dorong Moderasi Beragama Rawat Kerukunan

  • 16 Sep 2026 06:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Moderasi beragama menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang agama dan keyakinan yang beragam. Pengurus FKUB Kota Makassar, Gisar Hamka, S.Pd., M.Pd.I., mengatakan moderasi beragama bukan berarti memoderasi ajaran agama, melainkan bagaimana seseorang memiliki cara pandang dan sikap yang seimbang dalam menjalankan agamanya.

"Moderasi beragama itu bukan memoderasi agama, tetapi bagaimana cara pandang, sikap dan perilaku kita dalam menjalankan agama, sehingga tidak berlebihan atau ekstrem," jelas Gisar dalam program Moderasi Beragama di PRO1 RRI Makassar, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, silaturahim menjadi bagian penting dalam membangun kerukunan. Pertemuan dan komunikasi antarpemeluk agama dapat membuka ruang untuk saling mengenal dan memahami perbedaan. Dengan demikian, prasangka dan stereotip negatif yang berpotensi memicu perselisihan dapat diminimalkan. FKUB Kota Makassar terus mendorong dialog serta kolaborasi lintas agama sebagai bagian dari upaya merawat kebersamaan.

Gisar mengakui, tantangan menjaga kerukunan semakin kompleks, terutama dengan cepatnya penyebaran informasi di media sosial. Hoaks, provokasi dan narasi adu domba yang membawa sentimen agama dapat memengaruhi masyarakat dan berpotensi menimbulkan konflik. "Salah satu tantangannya adalah informasi yang tidak benar dan provokasi di media sosial. Karena itu, masyarakat harus lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi," ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan literasi digital dan pendidikan moderasi beragama perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat hingga lembaga keagamaan. Menurutnya, sikap toleran bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, tetapi memberikan ruang kepada setiap orang untuk menjalankan agamanya sekaligus menghormati hak orang lain.

FKUB Kota Makassar mengajak seluruh masyarakat menjadikan silaturahim sebagai kekuatan untuk merawat keragaman. "Mari kita terus menjaga komunikasi, saling menghargai dan tidak mudah terprovokasi. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai dan harmonis," pesan Gisar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....