Pembimas Hindu Sambut Pemuda Kristen di Pura, Pesannya Bikin Adem
- 27 Agt 2026 16:22 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Semangat persaudaraan lintas iman terasa hangat di Pura Giri Natha Makassar, saat Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti, menerima kunjungan rombongan pemuda Kristen. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendra, dan Penyuluh Agama Hindu, Ketut Mundra.
Kunjungan pemuda Kristen itu menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang dikemas dalam suasana santai dan terbuka. “Pertemuan seperti ini penting untuk membangun dialog positif antargenerasi muda sekaligus memperkuat pemahaman tentang moderasi beragama,” ujar I Gusti Ayu Uik Astuti.
Pembimas Hindu Sulsel tersebut mengapresiasi inisiatif para pemuda Kristen yang datang untuk mengenal lebih dekat kehidupan keagamaan umat Hindu. Menurutnya, kunjungan ke rumah ibadah dapat menjadi pengalaman langsung untuk memahami tradisi dan praktik keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kedatangan para pemuda yang ingin mengenal kehidupan umat Hindu secara lebih dekat,” kata I Gusti Ayu Uik Astuti, dalam keterangannya, Kamis 27 Agustus 2026. Ia menilai keterbukaan untuk saling mengenal menjadi salah satu langkah sederhana dalam membangun kerukunan di tengah keberagaman Kota Makassar.
Ia juga menjelaskan bahwa Kompleks Pura Giri Natha tidak hanya digunakan sebagai tempat ritual dan ibadah umat Hindu. “Pura ini juga menjadi ruang sosial dan keagamaan yang dapat mempertemukan masyarakat dalam semangat kebersamaan,” jelas Pembimas Hindu tersebut.
Ketua PHDI Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendra, turut menyambut hangat rombongan pemuda Kristen yang hadir. Ia kemudian memperkenalkan sejarah berdirinya Pura Giri Natha, filosofi ajaran Hindu yang menjunjung kedamaian, serta tata cara peribadatan umat Hindu.
“Dalam ajaran Hindu ada nilai Vasudhaiva Kutumbakam yang bermakna kita semua bersaudara,” ujar Dewa Nyoman Mahendra. Nilai tersebut, menurutnya, relevan untuk menjadi pijakan bersama dalam membangun kehidupan yang damai dan harmonis di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Pesan persaudaraan menjadi salah satu hal yang mengemuka dalam dialog lintas iman tersebut. “Dengan saling mengenal, kita dapat menghilangkan prasangka, membangun rasa saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan,” ungkapnya.
Rombongan pemuda Kristen kemudian diajak berkeliling kompleks Pura Giri Natha sambil mengikuti diskusi secara santai. Penyuluh Agama Hindu, Ketut Mundra, memandu perbincangan yang membahas toleransi antarumat beragama, nilai kebangsaan, hingga peran generasi muda sebagai agen perdamaian.
“Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga suasana damai karena mereka bisa menjadi penghubung di tengah keberagaman,” kata Ketut Mundra. Menurutnya, ruang dialog seperti ini perlu terus dibuka agar anak muda memiliki pengalaman langsung dalam membangun hubungan yang saling menghargai.
Bagi Pembimas Hindu, perjumpaan lintas iman seperti yang berlangsung di Pura Giri Natha menjadi contoh bahwa moderasi beragama dapat dimulai dari hal-hal sederhana. “Moderasi beragama dapat tumbuh ketika kita mau membuka ruang perjumpaan, saling mengenal, dan berdialog secara terbuka,” ujar I Gusti Ayu Uik Astuti.
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong terciptanya ruang perjumpaan lintas agama, khususnya di kalangan generasi muda. “Interaksi yang positif diharapkan dapat mengurangi kesalahpahaman dan menumbuhkan kesadaran bahwa keberagaman adalah kekuatan untuk menjaga persatuan,” kata I Gusti Ayu Uik Astuti.
Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama antara rombongan pemuda Kristen dan perwakilan umat Hindu di Pura Giri Natha Makassar. Keakraban yang terbangun menjadi simbol komitmen bersama untuk merawat kerukunan, memperkuat toleransi, dan menjaga harmoni antarumat beragama di Kota Makassar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....