Kota Makassar Jadi Pilot Project Nasional Perlinsos Digital
- 01 Sep 2026 14:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kota Makassar menunjukkan progres positif dalam pelaksanaan pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Dalam waktu sekitar dua hingga tiga pekan setelah dilakukan penguatan teknis, posisi Makassar meningkat dari peringkat 38 menjadi peringkat 20 dari 43 kabupaten/kota yang mengikuti program piloting nasional.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar, khususnya camat, lurah, hingga RT/RW, untuk mengawal secara serius keberadaan Agen Perlinsos atau Agen Perisai yang bertugas membantu masyarakat melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data pada Portal Perlinsos Digital. Menurut Munafri, validitas data menjadi faktor utama dalam keberhasilan program tersebut.
Apalagi, Makassar menjadi salah satu dari 43 daerah di Indonesia yang dipercaya sebagai lokasi uji coba nasional Perlinsos Digital. "Ini menjadi contoh di Indonesia. Makassar salah satu yang menjalankan program ini dan dipilih sebagai daerah pelaksana. Maka dari itu, camat, lurah, RT/RW harus mengontrol aktivitas agen agar benar-benar berjalan," ujar Munafri, Selasa 1 September 2026.
Ia menegaskan, agen Perisai harus aktif hingga tingkat kelurahan, RT, dan RW agar masyarakat memperoleh kemudahan dalam mengakses layanan perlindungan sosial, baik untuk pendaftaran maupun pembaruan data. Selain memperluas akses layanan, Munafri menilai skema agen Perisai juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang menjalankannya.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan melakukan pengawasan secara aktif agar pelaksanaan piloting Perlinsos Digital berjalan optimal. "Kita berharap pelaksanaan piloting Perlinsos Digital di Makassar menjadi model pemerintah berbasis data yang lebih akurat, mudah diakses, dan tepat sasaran," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan peningkatan peringkat tersebut merupakan hasil kerja bersama camat, lurah, serta RT/RW yang aktif melakukan pendataan di lapangan. "Per 1 Agustus kita berada di posisi 38 dari 43 daerah. Setelah dilakukan penguatan teknis pendataan, Alhamdulillah sekarang sudah naik ke peringkat 20," ujarnya.
Ia mengungkapkan, hingga kini sebanyak 138.237 kepala keluarga (KK) telah terdata atau mencapai 29,72 persen dari total 465.207 KK yang menjadi sasaran pendataan. Makassar juga masuk dalam 10 daerah paling aktif dalam pelaksanaan Perlinsos Digital. Kota Daeng menempati peringkat ketujuh dan menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan yang masuk dalam daftar tersebut.
"Dari hasil ini Makassar mendapat apresiasi. Dari 10 daerah paling aktif, kita berada di urutan ketujuh dan Sulawesi Selatan hanya Kota Makassar yang masuk," katanya.
Dari sisi sumber daya, Dinsos Makassar mencatat terdapat 8.732 agen Perlinsos. Namun, baru 3.467 agen yang aktif melakukan pendataan. Sebagian besar agen yang belum aktif berasal dari unsur RT/RW yang masih menunggu pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek).
"Nanti setelah ini kita akan melaksanakan bimtek sehingga RT/RW dapat menyisir seluruh masyarakat yang belum terdata," ujarnya.
Andi Bukti menjelaskan, Kecamatan Sangkarrang menjadi wilayah dengan capaian pendataan tertinggi sekitar 50 persen. Sejumlah kecamatan lain juga mencatat progres cukup baik, di antaranya Tallo, Ujung Tanah, Mariso, Bontoala, Makassar, dan Tamalate.
Meski demikian, pihaknya mengakui masih menghadapi sejumlah kendala, seperti koordinasi yang belum optimal antara RT/RW dan petugas pendataan di beberapa wilayah, serta masih adanya masyarakat yang menganggap pendataan Perlinsos hanya berkaitan dengan penyaluran bantuan sosial.
"Karena itu kami akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa pendataan Perlinsos Digital bertujuan menghadirkan data perlindungan sosial yang lebih akurat," tutup Andi Bukti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....