Pemkot Makassar Siapkan 40 Titik SPAM Baru Atasi Kekeringan Jangka Panjang
- 17 Sep 2026 20:49 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebagai strategi jangka panjang mengatasi persoalan kekeringan dan memastikan akses air bersih bagi masyarakat. Penguatan infrastruktur tersebut terutama diarahkan ke wilayah yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan distribusi PDAM, khususnya kawasan utara dan timur Kota Makassar serta sejumlah wilayah kepulauan.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir mengatakan, persoalan kekeringan tidak hanya berkaitan dengan rendahnya curah hujan, tetapi juga menyangkut ketersediaan sumber air dan sistem distribusi yang mampu menjangkau seluruh masyarakat. "Persoalan kekeringan tanggung jawab kami Pemerintah untuk menyiapkan SPAM kebutuhan jangka panjang, sangat berkaitan dengan ketersediaan dan distribusi bagi warga Kota Makassar," ujar Zuhaelsi, Rabu 16 September 2026.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengandalkan penanganan darurat melalui distribusi air menggunakan mobil tangki. Dinas PU bersama BPBD dan PDAM terus memperkuat infrastruktur penyediaan air agar masyarakat memiliki akses sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
"Sehingga kami dari Dinas PU Kota Makassar juga terus melakukan langkah-langkah antisipasi, bekerja dengan kolaborasi, dan memastikan kebutuhan-kebutuhan dasar masyarakat terhadap air terpenuhi," jelasnya.
Zuhaelsi menjelaskan, penguatan SPAM dilakukan melalui empat pendekatan. Pertama, pembangunan SPAM baru di wilayah yang belum memiliki akses air bersih.
Kedua, peningkatan kapasitas SPAM yang telah dibangun, termasuk melalui penambahan debit sumber air dengan pembangunan sumur bor. Ketiga, perluasan layanan melalui penambahan Sambungan Rumah (SR). Keempat, pemeliharaan untuk memastikan infrastruktur SPAM yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik.
Sepanjang 2025, Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk kegiatan SPAM di 23 lokasi. Sebanyak 14 lokasi merupakan pembangunan SPAM baru, empat lokasi pemeliharaan, dua lokasi peningkatan kapasitas, dan tiga lokasi perluasan jaringan.
Kegiatan tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Kepulauan Sangkarrang, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala. Khusus wilayah kepulauan, pendekatan penyediaan air disesuaikan dengan kondisi geografis dan sumber air yang tersedia.
Di Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, pemerintah menyediakan fasilitas Air Siap Minum (Arsinum) untuk mengolah air payau menjadi air siap minum. "Kalau di Pulau Sangkarrang ada beberapa titik di tahun 2025, ada dua di Pulau Lumu-lumu dan Barrang Caddi. Di situ bukan sumur bor, tetapi kami menyediakan alat Arsinum. Jadi air payau diolah menjadi air siap minum," beber Zuhaelsi.
Penguatan SPAM berlanjut pada 2026. Dinas PU mengalokasikan anggaran untuk kegiatan di 18 lokasi, meliputi 10 pembangunan SPAM baru, tiga pemeliharaan, dua peningkatan kapasitas, dan tiga perluasan jaringan. Sementara untuk 2027, sebanyak 24 lokasi telah disiapkan untuk diusulkan dengan pagu anggaran.
Fokus pengembangan kembali diarahkan ke wilayah utara Kota Makassar, terutama Kecamatan Tallo dan Ujung Tanah. Dari rencana tersebut, 16 lokasi diarahkan untuk pembangunan SPAM baru, sedangkan lokasi lainnya untuk pemeliharaan, peningkatan kapasitas, dan perluasan jaringan.
"Jika dihitung berdasarkan pembangunan SPAM baru, terdapat 40 lokasi pembangunan baru yang kita rencanakan dalam rentang 2025 hingga 2027, yakni 14 lokasi pada 2025, 10 lokasi pada 2026, dan 16 lokasi yang direncanakan pada 2027," ungkapnya.
Dengan demikian, jika seluruh jenis kegiatan diperhitungkan, mulai dari pembangunan baru, pemeliharaan, peningkatan kapasitas hingga perluasan, total terdapat 65 lokasi kegiatan SPAM yang direncanakan dalam periode 2025 hingga 2027. Zuhaelsi menjelaskan, setiap pembangunan SPAM mencakup sejumlah komponen, mulai dari pengeboran, pembangunan reservoir, bangunan pendukung, hingga jaringan Sambungan Rumah.
Kapasitas layanan setiap SPAM dirancang sedikitnya untuk 50 Sambungan Rumah. Namun, pada sejumlah lokasi, kapasitas layanan dapat mencapai lebih dari 100 SR, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.
"Memang kami alokasikan bahwa dengan pembangunan sumur bor ini memberikan ketersediaan air bersih untuk jangka panjang kepada warga Kota Makassar yang tidak terlayani oleh jaringan distribusi PDAM," katanya.
Ia menambahkan, pembangunan SPAM merupakan bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi kekeringan secara lebih sistematis. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika krisis air terjadi, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur yang dapat memperkuat ketahanan air masyarakat.
Dinas PU juga melakukan pemantauan secara rutin terhadap kondisi infrastruktur dan jaringan yang telah dibangun untuk memastikan layanan air bersih tetap berjalan. "Secara rutin kami melakukan pemantauan kondisi infrastruktur dan jaringan yang terdistribusi untuk memastikan layanan dasar kepada masyarakat tetap ada dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan pada saat musim kemarau," pungkas Zuhaelsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....