BAZNAS Makassar Siapkan Tandon dan Sumur Bor Atasi Krisis Air Warga

  • 15 Sep 2026 14:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar mengambil peran dalam membantu mengatasi persoalan kekeringan dan keterbatasan akses air bersih yang masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kota Makassar. Ketua BAZNAS Kota Makassar, Usman Sofian, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan tandon berkapasitas besar dan distribusi air bersih bagi warga, khususnya di wilayah utara kota seperti Kecamatan Tallo.

"Program kemanusiaan BAZNAS menyediakan tandon besar untuk menyuplai air bersih bagi rumah-rumah masyarakat yang dihuni ratusan kepala keluarga," kata Usman, Senin 14 September 2026.

Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi BAZNAS dengan Pemerintah Kota Makassar dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk mengatasi persoalan air selama musim kemarau, tetapi juga diupayakan memberikan manfaat jangka panjang.

"Kita di BAZNAS kolaborasi dengan Pemerintah Kota, artinya setiap program bagus untuk membantu masyarakat, kita support dan ambil bagian demi kemanusiaan," ujarnya.

Usman menjelaskan, penyediaan tandon tersebut juga sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi agar program bantuan tidak hanya berorientasi pada pola konsumtif, tetapi mulai diarahkan pada program yang produktif dan berkelanjutan.

"Ini sesuai arahan Pak Wali Kota, jangan kita larut dengan pendistribusian yang habis atau konsumtif, tetapi kita juga harus berpikir produktif," jelasnya.

Program tersebut menjadi bagian dari penguatan konsep BAZNAS MULIA, dengan mengintegrasikan program BAZNAS dengan agenda pembangunan Pemerintah Kota Makassar. Melalui pendekatan itu, penyaluran zakat diharapkan tidak hanya berbentuk bantuan sesaat, tetapi juga mampu menghadirkan fasilitas yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Untuk program tandon, Usman menyebut saat ini terdapat tiga titik yang telah ditetapkan. Sementara dua titik lainnya masih menunggu penentuan lokasi dari pihak kelurahan, termasuk di Kelurahan Buloa yang dinilai menjadi salah satu kawasan dengan persoalan air cukup ekstrem.

"Yang kita harapkan, bantuan fasilitas seperti ini bukan hanya untuk musim kemarau. Karena masyarakat Utara Kota kalau kita lihat, persoalan susah air ini sudah bertahun-tahun," katanya.

Selain tandon dan distribusi air, BAZNAS Makassar juga mendorong pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi yang memungkinkan. Menurut Usman, kondisi geografis di sejumlah wilayah Makassar membuat pengeboran untuk mendapatkan sumber air tanah yang layak konsumsi harus dilakukan hingga kedalaman lebih dari 100 meter, bahkan dapat mencapai sekitar 200 meter.

Kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan anggaran pembangunan satu titik sumur bor cukup besar, diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta. "Untuk mendapatkan air yang layak untuk dikonsumsi, kedalamannya bisa sampai 200 meter," ungkapnya.

Salah satu fasilitas sumur air bersih yang telah dimanfaatkan masyarakat berada di RW 4 Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea. Sumur tersebut mulai digunakan sejak Februari dan disebut telah membantu warga yang sebelumnya kesulitan memperoleh air bersih, terutama ketika musim kemarau.

"Alhamdulillah masyarakat sekarang sangat merasakan. Mereka tidak lagi terpapar antrean air di sana. Cukup, dan itu luar biasa," kata Usman.

Fasilitas sumur tersebut merupakan dukungan BAZNAS Pusat. Usman berharap keberadaan fasilitas serupa dapat diperluas ke wilayah lain yang masih menghadapi persoalan keterbatasan air bersih.

"Yang di Tamalanrea itu lebih dari 100 meter, dari BAZNAS Pusat. Luar biasa memang. Masyarakat Tamalanrea dulu sepanjang masa kekurangan air, apalagi kalau musim kemarau," tuturnya. "sekarang dengan fasilitas ini mereka tidak terlalu terpengaruh dengan kelangkaan air," sambungnya.

Sementara untuk penyediaan tandon, BAZNAS menyiapkan fasilitas penampungan air yang dapat dilengkapi mesin sehingga bisa langsung dimanfaatkan masyarakat. Adapun pengisian air dilakukan melalui koordinasi dengan Perumda Air Minum Kota Makassar.

"Jadi titik-titik yang kita support dengan tandon, kita siapkan tandonnya, PDAM kita minta untuk mengisi air. Arahannya Pak Wali seperti itu," jelas Usman.

Ke depan, BAZNAS Makassar juga akan melakukan evaluasi terhadap program tersebut, terutama dalam hal pendataan penerima manfaat. Langkah itu dilakukan agar bantuan dan fasilitas yang dibangun benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Usman mengatakan, pelaksanaan program tetap mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS. Karena kepengurusan saat ini mulai menjalankan tugas pada semester kedua 2026, sejumlah program yang telah ditetapkan sebelumnya dilanjutkan dengan penyesuaian.

"Posisi kami sekarang melakukan sedikit penyesuaian, tetapi tidak boleh terlalu jauh keluar dari RKAT yang telah kita susun," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....