Asap Kebakaran ternyata Lebih Bahaya dari Api, Ini Alasannya
- 17 Agt 2026 10:01 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Banyak orang menganggap api adalah ancaman utama saat kebakaran terjadi. Dokter muda Andi Hafidzah Qurani Salsabila mengungkapkan asap justru menyimpan bahaya yang sering terlupakan.
Andi Hafidzah Qurani Salsabila, S.Ked, koas Ilmu Kedokteran Masyarakat FK UMI, memaparkan hal itu dalam program Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Ia menjelaskan asap kebakaran mengandung zat kimia berbahaya yang tidak kasatmata.
"Yang berbahaya dari kebakaran itu bukan cuma apinya, namun asapnya juga sangat perlu diwaspadai," ujar Andi Hafidzah. Ia menyebut karbon monoksida sebagai salah satu zat paling berbahaya dalam asap kebakaran.
Zat tersebut, lanjutnya, membuat darah kehilangan kemampuan mengikat oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat memicu kekurangan oksigen pada organ vital seperti otak.
"Kalau otak kekurangan oksigen, fungsi yang lain juga bakal menurun," kata Andi Hafidzah. Ia mengingatkan penurunan kesadaran akibat kekurangan oksigen bisa berakibat fatal bagi korban kebakaran.
Tanda-tanda keracunan asap meliputi pusing, mengantuk tiba-tiba, dan sesak napas. Warna kebiruan pada bibir dan jari yang gemetar juga menjadi sinyal tubuh membutuhkan pertolongan medis segera.
Andi Hafidzah juga mengingatkan warga di sekitar lokasi kebakaran agar tidak berkerumun menonton kejadian. Ia menjelaskan kerumunan justru membuat pasokan oksigen di area tersebut semakin menipis.
"Apalagi kalau berkerumun, oksigennya jadi tipis," tegas Andi Hafidzah. Ia berpesan warga tidak mengejar konten viral dengan mendekat ke lokasi kebakaran demi keselamatan bersama.
Jika terjebak di ruangan berasap tebal, warga disarankan membasahi kain dengan air lalu menutup hidung dan mulut. Cara ini dinilai efektif mengurangi risiko menghirup asap saat evakuasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....