BPBD: Kemarau Panjang Picu Lonjakan Kebakaran di Makassar
- 05 Agt 2026 03:20 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar mengungkapkan musim kemarau panjang akibat El Nino menjadi pemicu utama lonjakan kasus kebakaran. Fenomena ini telah berlangsung hampir dua bulan tanpa hujan di wilayah Makassar.
Dr. H. M. Fadli Tahar, S.H., M.H., Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, menjelaskan hal itu dalam Dialog Kentongan RRI Pro 1 Makassar, Selasa 4 Agustus 2026. El Nino disebut menimbulkan dua dampak tidak langsung selain krisis air bersih.
"Cuaca yang panas sehingga api cepat berpindah dan bahkan api gampang tercipta," ujar Fadli Tahar, sebagaimana disampaikan dalam Dialog Kentongan RRI Pro 1 Makassar.
Dampak kedua yang disorot adalah gangguan kesehatan pernapasan akibat kondisi udara kering. BPBD mencatat dalam sepekan terakhir saja terjadi dua kebakaran besar di Makassar.
Kebakaran pertama terjadi di Jalan Sultan Abdullah, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo. Kebakaran kedua terjadi di Jalan Adiyaksa, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang.
Fadli Tahar menyebut BMKG telah memperingatkan potensi puncak kekeringan pada Agustus hingga Oktober 2026. Ia meminta warga tetap waspada karena periode kering diperkirakan masih akan berlanjut.
"Ini sudah kita masuki," katanya, merujuk pada masuknya wilayah Makassar ke periode puncak kekeringan yang diprediksi BMKG.
Pemerintah Kota Makassar disebut telah menginstruksikan seluruh unsur terkait untuk siaga penuh menghadapi ancaman kebakaran. Wali Kota Makassar diklaim terus memantau kesiapan BPBD, Damkar, dan Dinas Sosial.
Fadli Tahar menegaskan sinergi antar-stakeholder menjadi kunci penanganan cepat setiap kali kebakaran terjadi. Ia menyebut kekompakan pemerintah kota, provinsi, dan pusat mempercepat penyelesaian masalah kebencanaan. "Dengan kebersamaan, dengan kesatuan, tidak ada masalah yang besar," tegasnya.
BPBD mengimbau masyarakat memeriksa instalasi listrik dan tidak membakar sampah sembarangan selama musim kemarau. Kewaspadaan kolektif dinilai penting untuk menekan angka kebakaran ke depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....