Dari Rumput Laut Jadi Camilan Bernilai Jual, KKN-T Unhas Gelar Pelatihan di Soreang

  • 12 Agt 2026 10:36 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Potensi rumput laut Sango-Sango (Gracilaria sp.) di Desa Soreang, Kabupaten Maros, mulai dilirik sebagai bahan baku pangan inovatif. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 menggelar pelatihan pembuatan kerupuk gabus berbahan dasar Sango-Sango.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tarisa Ananta Putri, mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat memanfaatkan potensi sumber daya lokal agar memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi.

Dalam pelatihan, masyarakat tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pembuatan kerupuk gabus. Proses dimulai dari pembersihan dan persiapan bahan baku, penghalusan, pencampuran adonan, pembentukan, pengukusan, pengirisan, hingga tahap pengeringan dan penggorengan.

Keterlibatan langsung peserta diharapkan membuat keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masyarakat. Tarisa mengatakan, pemanfaatan Sango-Sango sebagai bahan olahan pangan merupakan salah satu cara untuk mengembangkan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai jual.

“Melalui kegiatan ini, saya ingin menunjukkan bahwa bahan lokal seperti Sango-Sango dapat dikembangkan menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” ujar Tarisa, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurutnya, inovasi pengolahan bahan baku lokal menjadi produk siap konsumsi juga dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan. Kerupuk gabus rumput laut diharapkan tidak hanya menjadi produk konsumsi, tetapi dapat dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan Desa Soreang apabila dikelola secara berkelanjutan.

Pelatihan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN-T Unhas dalam mendorong kreativitas masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di wilayah setempat. Dengan keterampilan pengolahan yang tepat, Sango-Sango yang selama ini menjadi potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk pangan inovatif, bernilai ekonomi, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Soreang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....