TDA Makassar Siap Dampingi UMKM Kembangkan Bisnis Pengelolaan Sampah
- 10 Agt 2026 20:35 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Makassar siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat pengelolaan sampah sekaligus mendorong lahirnya peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua TDA Makassar, Reza, dalam rapat koordinasi bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Balai Kota Makassar, Senin, 10 Agustus 2026.
Reza mengatakan, persoalan persampahan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan pelaku UMKM. "Komunitas pengusaha Tangan Di Atas Makassar mensupport program pemilahan sampah yang ada di Kota Makassar. Tentu, ini bagian dari tanggung jawab bersama," ujarnya.
Menurut Reza, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi apabila dikelola melalui tata kelola bisnis yang baik. TDA Makassar melihat masih terdapat sejumlah pelaku usaha persampahan yang membutuhkan penguatan kapasitas, khususnya dalam aspek pengelolaan bisnis dan pengembangan usaha. "Nah, kami menawarkan solusi itu untuk pendampingan," tuturnya.
TDA Makassar, kata Reza, memiliki ekosistem pengusaha yang dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha sektor persampahan agar berkembang dan memiliki skala bisnis lebih besar. " Kita punya ekosistem yang bisa scale up bisnis-bisnis waste management yang dari UMKM. Mungkin nanti akan ada pertemuan lanjutan dengan dinas-dinas terkait untuk membahas permasalahan ini," jelasnya.
Ia menyebut, TDA Makassar saat ini memiliki sekitar 3.000 anggota dan sekitar 90 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM. Basis tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan untuk mendorong semakin banyak pelaku usaha masuk ke sektor pengelolaan sampah.
"Banyak yang mengelola sampah di Makassar, tetapi yang melihat sampah itu bernilai belum banyak. Jadi sasarannya adalah UMKM, supaya banyak yang muncul dari peluang bisnis pengelolaan sampah ini," katanya.
Reza menegaskan, TDA tidak mengambil peran sebagai penyedia peralatan pengolahan sampah. Fokus komunitas adalah pembinaan, pendampingan, dan membangun ekosistem usaha bagi pelaku UMKM di sektor persampahan.
"Fokusnya pada pembinaan dan pendampingan. Kita buat ekosistem pengusahanya," tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, TDA Makassar juga mempertemukan sejumlah pelaku usaha yang bergerak di bidang persampahan dengan Pemerintah Kota Makassar. Langkah ini diharapkan dapat membuka ruang dialog langsung terkait persoalan yang dihadapi pelaku usaha sekaligus mencari solusi bersama.
"Yang kami lakukan adalah mempertemukan langsung sektor swastanya dengan Pak Wali. Kebetulan sektor swastanya itu member-member kami," jelas Reza.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan penanganan persoalan sampah membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pemerintah, kata Munafri, tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif. Keterlibatan masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga pelaku UMKM menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut.
"Kita ingin solusi terhadap berbagai persoalan pengelolaan sampah di Makassar, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan komunitas untuk mencari solusi yang dapat diterapkan secara nyata di lapangan," ujarnya.
Munafri mengatakan, pendekatan pengelolaan sampah perlu diubah. Penanganan tidak boleh hanya berorientasi pada mengangkut dan membuang sampah, tetapi harus diperkuat sejak dari sumber. Pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali sampah yang memiliki nilai ekonomi harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan sampah di Kota Makassar.
"Yang kita bangun adalah ekosistemnya. Pemerintah menyiapkan kebijakan dan sistemnya, sementara masyarakat dan dunia usaha bisa mengambil peran sesuai kapasitasnya," jelas Munafri.
Munafri menyambut baik tawaran TDA Makassar untuk mendampingi pelaku UMKM yang bergerak di sektor pengelolaan sampah. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret bersama perangkat daerah terkait, sehingga tidak berhenti pada pembahasan.
Dengan sinergi pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat, Munafri optimistis pengelolaan sampah di Makassar dapat dilakukan lebih terstruktur sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. "Semua harus mengambil bagian. Kalau kita bergerak bersama, persoalan sampah ini bisa kita tangani secara bertahap dan lebih baik," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....