Pertamina Tambah Distribusi Solar untuk Atasi Antrean di SPBU Makassar

  • 08 Agt 2026 07:07 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi meningkatkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) guna mengatasi antrean kendaraan di Kota Makassar. Langkah tersebut diprioritaskan pada SPBU di jalur Trans Sulawesi yang mengalami lonjakan permintaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto mengatakan Pertamina juga akan menambah kuota solar bersubsidi sebesar 10 hingga 15 persen di SPBU yang mencatat peningkatan konsumsi. Penambahan pasokan dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat sekaligus mempercepat pelayanan di SPBU.

"Demi mengatasi peningkatan penggunaan solar oleh pengangkut ekspedisi, maka Pertamina akan menambah pendistribusian 10 hingga 15 persen di setiap SPBU yang mengalami peningkatan," kata Lilik.

Selain menambah distribusi, Pertamina memperkuat armada penyaluran agar pasokan solar dapat lebih cepat tiba di setiap SPBU. Penyaluran juga disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi BBM bersubsidi.

Pertamina memastikan penyaluran solar tetap mengacu pada kuota yang telah ditetapkan pemerintah. Perusahaan juga terus memantau perkembangan di lapangan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Langkah tersebut diambil menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar sejak Rabu , 5 Agustus 2026. Antrean terlihat di SPBU Jalan Cendrawasih dan Jalan AP Pettarani hingga meluas ke ruas Jalan Hati Murni akibat meningkatnya permintaan solar bersubsidi.

Antrean didominasi kendaraan pribadi, bus, dan truk pengangkut barang yang menunggu giliran mengisi BBM. Sejumlah pengemudi bahkan harus menunggu selama berjam-jam sehingga memilih beristirahat di dalam maupun di sekitar kendaraan.

Salah seorang sopir truk, Rudi, mengaku telah mengantre sejak pukul 04.00 Wita untuk mendapatkan solar. Ia berharap tambahan distribusi dari Pertamina dapat mempercepat normalisasi pasokan sehingga operasional angkutan tidak lagi terganggu.

"Saya sudah dari jam 4 subuh, sulit memang sekarang solar, setengah mati kami ini sopir," ujar Rudi.

Dengan peningkatan distribusi dan penambahan kuota di SPBU yang mengalami lonjakan konsumsi, Pertamina berharap antrean kendaraan dapat segera berkurang. Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi solar bersubsidi tetap berjalan lancar dan merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....