Antrean Panjang Solar Terjadi di SPBU Makassar
- 07 Agt 2026 07:28 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Terbatasnya pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar Rabu 5 Agustus 2026. Antrean terlihat di SPBU Jalan Cendrawasih dan Jalan AP Pettarani pada Kamis.
Kendaraan pribadi, bus, hingga truk pengangkut barang memenuhi area pengisian solar. Kondisi tersebut menyebabkan antrean meluas hingga ke ruas jalan di sekitar lokasi.
Kepadatan kendaraan juga tampak memanjang hingga ke Jalan Hati Murni. Sejumlah pengemudi memilih memarkirkan kendaraannya sambil menunggu giliran mengisi bahan bakar.
Beberapa sopir bahkan memanfaatkan waktu antre untuk beristirahat di dalam maupun di sekitar kendaraan. Situasi itu terjadi karena proses antrean berlangsung selama berjam-jam.
Salah seorang sopir truk, Rudi, mengaku telah berada di lokasi sejak dini hari. Ia mengatakan antrean sudah mulai dipadati kendaraan sejak pukul 04.00 Wita.
"Saya sudah dari jam 4 subuh, sulit memang sekarang solar, setengah mati kami ini sopir," ujar Rudi.
Menurutnya, banyak kendaraan angkutan umum dan bus turut mengantre sehingga waktu tunggu menjadi lebih lama. Rudi menuturkan dirinya harus menunggu sekitar dua jam agar dapat memperoleh solar.
BBM tersebut dibutuhkan untuk mendukung operasional bus yang dikemudikannya. Ia berharap pasokan solar segera kembali normal agar aktivitas angkutan tidak terganggu.
Kelancaran distribusi BBM dinilai sangat penting bagi para pengemudi angkutan. Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan langkah antisipasi telah disiapkan.
Pjs. Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo, mengatakan pihaknya akan meningkatkan distribusi solar di sejumlah SPBU. Prioritas diberikan pada SPBU di jalur Trans Sulawesi yang mengalami lonjakan permintaan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat.
Selain meningkatkan distribusi, Pertamina juga berencana menambah kuota solar bersubsidi di wilayah Sulawesi. Penambahan kuota diperkirakan mencapai 10 hingga 15 persen pada SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi.
"Demi mengatasi peningkatan penggunaan solar oleh pengangkut ekspedisi, maka Pertamina akan menambah pendistribusian 10 hingga 15 persen di setiap SPBU yang mengalami peningkatan," kata Okky.
Ia optimistis langkah tersebut dapat membantu mengurangi antrean kendaraan. Okky menjelaskan, Pertamina juga memperkuat armada distribusi agar pasokan solar dapat tiba lebih cepat di setiap SPBU.
Optimalisasi distribusi dilakukan dengan menyesuaikan penyaluran sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga kelancaran pasokan BBM bersubsidi.
Dengan demikian, kebutuhan masyarakat dan sektor transportasi tetap dapat terpenuhi. Pertamina memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap mengacu pada kuota yang telah ditetapkan pemerintah.
Perusahaan juga terus memantau perkembangan di lapangan untuk mengantisipasi potensi gangguan distribusi. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena pasokan akan terus dioptimalkan. Diharapkan langkah tersebut mampu mengurangi kepadatan antrean serta menjaga kelancaran distribusi solar di wilayah Sulawesi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....