Pertamina Sulawesi Siapkan Strategi Antisipasi Antrean BBM SPBU
- 23 Jul 2026 10:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar- PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), mulai dari penambahan stok hingga percepatan distribusi BBM ke seluruh SPBU. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar tetap terpenuhi, terutama apabila terjadi peningkatan permintaan di sejumlah wilayah.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU dan Hiswana Migas agar penyaluran BBM berjalan lancar tanpa hambatan.
Menurutnya, Pertamina telah menyiapkan skema penambahan pasokan secara situasional, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Selain itu, jadwal distribusi dari terminal BBM ke SPBU juga dipercepat agar stok tetap tersedia.
"Ketika memang terjadi antrean, kami akan terus memonitor dan menambah pasokan. Kami juga memaksimalkan penjadwalan pengiriman BBM lebih dini dari terminal BBM ke SPBU, termasuk mengoptimalkan operasional SPBU yang memungkinkan buka lebih awal," ujar Lilik Hardiyanto kepada Awak media, Rabu, 22 Juli 2026.
Ia menambahkan, apabila antrean mulai terjadi di SPBU, Pertamina akan segera mengambil langkah cepat untuk mengurai kepadatan sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
"Ketika terjadi antrean, kami akan melakukan ikhtiar maksimal agar antrean dapat segera terurai," tambahnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, Pertamina juga memperketat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Salah satu langkah yang diterapkan adalah memblokir nomor polisi kendaraan yang terindikasi menyalahgunakan pembelian BBM subsidi.
Hingga Juni 2026, tercatat sekitar 1.400 nomor polisi kendaraan di wilayah Sulawesi telah diblokir dari sistem pembelian BBM bersubsidi setelah melalui proses verifikasi bersama lembaga penyalur.
"Kurang lebih ada sekitar 1.400 nopol kendaraan yang telah diblokir sampai dengan Juni kemarin. Jumlah ini akan terus kami monitor dan lakukan pemeliharaan data selanjutnya," kata Lilik.
Ia menjelaskan, pemblokiran dilakukan terhadap kendaraan yang menggunakan identitas tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan sebagai penerima BBM subsidi.
"Beberapa kendaraan memang tidak sesuai, misalnya nomor polisinya berbeda dengan kendaraan yang digunakan atau memang tidak berhak memperoleh BBM subsidi. Langkah ini merupakan upaya antisipatif agar subsidi energi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak," jelasnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan akan terus memperbarui data kendaraan secara berkala serta memperkuat koordinasi dengan seluruh mitra penyalur untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi berlangsung tepat sasaran, aman, dan sesuai ketentuan.(**)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....