Lima Tahun Kab.Maros Terima 1.700 Alsintan untuk Perkuat Produksi Pertanian

  • 23 Jul 2026 18:52 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, terus memperkuat sektor pertanian melalui dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dalam lima tahun terakhir, Maros tercatat telah menerima sekitar 1.700 unit alsintan untuk mendukung aktivitas petani, mulai dari tahap prapanen hingga pascapanen.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Syamsul Bahri, mengatakan bantuan alsintan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas pertanian di daerah.

"Pada 2026, Maros kembali mendapatkan bantuan berupa delapan unit traktor roda dua, 12 unit traktor roda empat, dan tiga unit combine harvester" urai Syamsul Bahri, Rabu, 22 Juli 2026.

"Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan hingga panen, sekaligus membantu petani menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks" tuturnya.

Selain bantuan alsintan, Pemerintah Kabupaten Maros juga masih menunggu tambahan bantuan pompa untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang mengancam sejumlah wilayah pertanian.

"Empat kecamatan yang mengalami dampak kekeringan cukup signifikan yakni Bantimurung, Simbang, Lau, dan Tompobulu. Keempat wilayah tersebut merupakan sentra produksi padi yang membutuhkan dukungan pompanisasi dan irigasi perpompaan untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian" ujar Syamsul Bahri.

Syamsul Bahri mengatakan, potensi kekeringan panjang yang diprediksi terjadi menjadi salah satu tantangan utama sektor pertanian di Maros. "Karena itu, dukungan pompanisasi dinilai sangat penting agar petani tetap dapat mempertahankan produktivitas lahan, terutama pada areal persawahan yang bergantung pada ketersediaan air" jelasnya.

Meski menghadapi ancaman kekeringan, produksi padi di Kabupaten Maros hingga kini masih relatif stabil. Produktivitas rata-rata tercatat berada di kisaran 6,5 hingga 7 ton gabah per hektare. Pemerintah daerah pun terus mendorong peningkatan produktivitas melalui penerapan pertanian modern. Salah satunya melalui program percontohan pertanian seluas 100 hektare yang ditargetkan mampu menghasilkan produktivitas hingga 10 ton per hektare.

Program tersebut diharapkan menjadi model pengembangan pertanian modern yang dapat diterapkan secara lebih luas di wilayah Maros. Dengan dukungan alsintan yang terus bertambah, penguatan pompanisasi, serta penerapan teknologi pertanian modern, Pemerintah Kabupaten Maros optimistis sektor pertanian dapat semakin produktif dan efisien.

Bantuan alsintan tidak hanya diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi, tetapi juga menekan biaya operasional dan mempercepat proses kerja petani. Pada akhirnya, penguatan sektor pertanian diharapkan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Maros.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....