BPBD Makassar Siapkan Tandon Air, Status Tanggap Darurat Kemarau Bakal Ditetapkan
- 06 Agt 2026 10:37 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar bersiap meningkatkan status siaga menjadi tanggap darurat menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muh Fadli, mengatakan langkah tersebut dilakukan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi peningkatan dampak kekeringan dalam beberapa bulan ke depan.
Saat ini, pihaknya telah melakukan berbagai intervensi kepada masyarakat, salah satunya dengan menyiapkan tandon air di wilayah yang terdampak kekeringan. "Sekarang kami masih berstatus siaga dan dalam waktu dekat akan dinaikkan menjadi tanggap darurat karena berdasarkan informasi BMKG, puncak kemarau terjadi pada Agustus sampai Oktober. Kami sudah melakukan intervensi kepada masyarakat melalui penyediaan tandon air di titik-titik yang terdampak kekeringan," kata Muh Fadli, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, setelah status tanggap darurat ditetapkan, pihaknya akan memperluas penanganan bersama Perumda Air Minum (PDAM) Makassar, pemerintah kecamatan, dan kelurahan agar distribusi bantuan air bersih dapat dilakukan lebih masif. Hingga kini Muh Fadli mencatat terdapat enam kecamatan yang terdampak kekeringan, yakni Manggala, Tamalanrea, Biringkanaya, Tallo, Ujung Tanah, dan Bontoala yang mencakup 16 kelurahan.
"Saat ini tandon air sudah kami siapkan untuk 16 kelurahan terdampak, namun penyalurannya dilakukan secara bertahap. Sebelumnya kami menyalurkan tiga tandon di Ujung Tanah, sepuluh tandon di Kecamatan Tallo, serta 15 tandon berkapasitas dua ribu liter di sejumlah lokasi," ujarnya.
Muh Fadli memastikan distribusi tandon air akan terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak selama musim kemarau berlangsung. Pemerintah Kota Makassar berharap kolaborasi antara BPBD, PDAM, pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat dapat menjamin ketersediaan air bersih sekaligus mengurangi dampak kekeringan pada puncak musim kemarau tahun ini.
Selain memastikan ketersediaan air bersih, Muh Fadli juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat terkait langkah-langkah mitigasi selama musim kemarau. Edukasi dilakukan melalui sosialisasi langsung, penyebaran imbauan, serta pelatihan kebencanaan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi risiko yang muncul.
Ia mengingatkan dampak musim kemarau tidak hanya berupa kekeringan, tetapi juga meningkatnya potensi kebakaran dan gangguan kesehatan. Menurutnya, kebakaran di Kota Makassar masih didominasi oleh korsleting listrik, sehingga masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik, mengisi daya perangkat elektronik, maupun saat menggunakan kompor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....