Hadapi Musim Kering, Pemkot Perkuat Dukungan Sarana Pertanian dan Teknologi
- 20 Agt 2026 20:58 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui penyaluran sarana produksi dan penerapan teknologi guna menjaga produktivitas di tengah musim kering dan dampak perubahan iklim.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menghadiri Musyawarah Tani "Abbulo Sibatang" yang digelar Kelompok Tani Bontoa di Jalan Andi Patturungi, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kamis 20 Agustus 2026.
Munafri mengatakan, musyawarah tani menjadi wadah komunikasi antara pemerintah dan kelompok tani untuk membahas berbagai persoalan pertanian serta merumuskan solusi bersama.
"Hari ini, kita bisa melaksanakan kegiatan yang melibatkan kelompok tani yang ada di seluruh Kota Makassar," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkot Makassar menyerahkan bantuan berupa 2.000 liter pupuk organik cair, 2.365 kilogram benih padi sebar, lima unit kultivator, 20 unit hand sprayer elektrik, dan dua unit pompa air pinggang berukuran 3 inci.
Menurut Munafri, bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim melalui peningkatan indeks pertanaman, perluasan luas tanam, serta pemanfaatan teknologi pertanian.
Ia menilai musim kering yang berkepanjangan menjadi tantangan besar, terutama terkait ketersediaan air bagi sektor pertanian maupun kebutuhan masyarakat sehari-hari. "Pemerintah Kota memastikan berbagai kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi, termasuk memberikan dukungan agar aktivitas pertanian tetap berjalan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu," katanya.
Munafri menambahkan, keterbatasan lahan pertanian di Makassar mendorong pemerintah mengembangkan teknologi sebagai solusi peningkatan produktivitas. Salah satu program yang tengah disiapkan adalah pembangunan greenhouse berbasis Internet of Things (IoT). "Melalui greenhouse, kita berharap produktivitas pertanian tidak lagi terlalu bergantung pada kondisi cuaca," ucapnya.
Selain pengembangan teknologi, Pemkot Makassar tetap berupaya meningkatkan produktivitas lahan sawah melalui peningkatan intensitas tanam. Menurutnya, lahan sawah seluas sekitar 20 hektare yang kini memasuki musim tanam kedua berpotensi ditingkatkan hingga tiga kali masa tanam dalam setahun.
Munafri menyebut setiap hektare lahan dapat menghasilkan sekitar enam hingga tujuh ton padi, sehingga penerapan teknologi dinilai penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan hasil produksi.
Ia menegaskan penguatan sektor pertanian tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi di Kota Makassar. "Kalau ketahanan pangan tidak bisa terjaga, inflasi kita pasti akan sangat tinggi. Maka dari itu, kita tidak boleh tergantung sepenuhnya dari daerah-daerah penghasil," tegasnya.
Pemkot Makassar juga mendorong pengembangan urban farming dengan memanfaatkan lahan sempit serta mengintegrasikan pengelolaan sampah organik sebagai sumber pendukung pertanian.
Munafri berharap sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan pemangku kepentingan terus diperkuat melalui forum "Abbulo Sibatang", disertai pendampingan dalam penerapan teknologi agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani.
"Pemerintah Kota Makassar akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....