Putus Isolasi Warga, Pemkab Maros Mulai Bangun Jembatan Pakere

  • 04 Agt 2026 18:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Penantian panjang masyarakat Dusun Pakere, Kecamatan Simbang, terhadap hadirnya jembatan penghubung yang layak mulai menemui titik terang. Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) resmi mematangkan persiapan pembangunan Jembatan Pakere yang akan menghubungkan Dusun Bonto Kamase, Desa Tanete, dengan Dusun Pakere, Selasa 4 Agustus 2026.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Maros, Muhammad Ali Fuseini, mengatakan persiapan terus dikebut agar pekerjaan fisik dapat dimulai pada Agustus ini. Bersama Camat Simbang, pemerintah desa, kepala dusun, dan pihak rekanan, pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.

"Kami meninjau lokasi untuk memastikan seluruh kebutuhan pembangunan telah siap, terutama terkait lahan pembangunan abutmen jembatan. Kami juga membahas penanganan satu rumah panggung yang berada di sekitar lokasi agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu pemilik rumah," ujar Ali.

Ia menjelaskan, koordinasi mengenai lahan terdampak telah dilakukan sejak jauh hari bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Menurut Ali, jembatan yang akan dibangun menggunakan konstruksi rangka baja dengan desain menyerupai jembatan yang berada di samping Mapolres Maros.

Namun, pada tahun anggaran 2026, pembangunan difokuskan pada pekerjaan struktur bawah berupa dua abutmen dan pondasi dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.

"Karena anggaran tahun ini sebesar Rp3 miliar, yang dikerjakan baru dua abutmen di kedua sisi jembatan beserta pondasinya," jelasnya.

Ia menegaskan hasil pekerjaan tahun ini belum dapat dimanfaatkan masyarakat karena badan jembatan belum terpasang.

"Jembatan belum bisa difungsikan tahun ini. Jika anggaran tahun depan tersedia, pembangunan akan dilanjutkan hingga selesai sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat," katanya.

Sesuai perencanaan, Jembatan Pakere akan memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar total 7 meter. Jalur kendaraan dirancang selebar 6 meter dan dilengkapi trotoar di kedua sisi masing-masing selebar 0,5 meter sehingga mampu dilalui kendaraan roda empat dengan kapasitas yang lebih baik dibanding jembatan sebelumnya.

Ali juga mengungkapkan proses pemilihan penyedia jasa telah rampung. Saat ini pihak rekanan tengah menyelesaikan administrasi penandatanganan kontrak dan jaminan pelaksanaan.

"Insyaallah pekerjaan fisik mulai bergerak pada Agustus ini setelah seluruh proses administrasi selesai," ujarnya.

Untuk menuntaskan pembangunan hingga jembatan dapat difungsikan sepenuhnya, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai sekitar Rp19 miliar. Pemerintah Kabupaten Maros berharap dukungan anggaran lanjutan dapat terealisasi pada tahun depan agar akses yang selama ini dinantikan warga segera terwujud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....