Bimas Hindu Sulsel Gandeng PHDI, WHDI, dan PERADAH Teken Perjanjian Ekoteologi
- 12 Agt 2026 13:29 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga keharmonisan alam. Bimas Hindu Provinsi Sulawesi Selatan resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama dengan tiga lembaga keagamaan Hindu tingkat provinsi terkait pelaksanaan Kegiatan Ekoteologi Berbasis Hindu Green Dharma.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini dilakukan langsung oleh Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti, bersama tiga pimpinan lembaga, yakni Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulsel, Gede Durahman, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Sulsel, Ni Putu Sinta Pertami, serta Ketua DPP Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH) Provinsi Sulsel, Candra Guna Laksana.
Langkah sinergis ini mengusung satu tujuan utama, yaitu menciptakan kesadaran masyarakat yang lebih mendalam terhadap pelestarian lingkungan. Melalui kolaborasi ini, implementasi ajaran agama Hindu tidak hanya berfokus pada ritual, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata menjaga keseimbangan ekosistem.
Pembimbing Masyarakat Hindu Provinsi Sulawesi Selatan, I Gusti Ayu Uik Astuti, menegaskan bahwa penandatanganan ini adalah langkah nyata dalam pembinaan umat. "Melalui sinergi bersama lembaga keagamaan, Bimas Hindu berkomitmen untuk secara masif mensosialisasikan upaya Ekoteologi kepada umat, yang mencakup langkah nyata seperti konservasi air, konservasi energi, pengelolaan sampah, hingga gerakan penanaman pohon. Harapan kita, kesadaran umat terhadap lingkungan semakin terbangun," tegasnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menyambut baik inisiatif tersebut, Ketua PHDI Provinsi Sulawesi Selatan, Gede Durahman, menyatakan kesiapan penuh lembaganya dalam mendukung jalannya program tersebut. "Sebagai majelis agama, PHDI tentu berkewajiban menyukseskan program mulia ini. Kami berkomitmen untuk menyediakan fasilitas yang dibutuhkan dan yang terpenting, menghadirkan serta menggerakkan umat agar berperan aktif dalam setiap kegiatan sosialisasi maupun praktik Ekoteologi di lapangan," ungkap Gede Durahman.
Komitmen luhur ini tidak hanya berhenti di atas kertas. Tepat pada hari penandatanganan kesepakatan tersebut, semangat Ekoteologi langsung diejawantahkan melalui aksi nyata bertajuk GEMPUR (Gerakan Bersama Bersih-Bersih Pura) yang dilaksanakan di area Pura Giri Natha Makassar. Seluruh jajaran Bimas Hindu dan para pengurus lembaga keagamaan turun tangan bergotong royong membersihkan area tempat suci.
Melalui penandatanganan kesepakatan dan aksi nyata ini, Bimas Hindu Provinsi Sulawesi Selatan berharap program Ekoteologi dapat berjalan secara masif, terstruktur, dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus memperkuat kualitas kehidupan beragama masyarakat Hindu di Sulawesi Selatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....