Sungkeman Penuh Haru, Wujud Bakti Anak kepada Orang Tua dalam Upacara Metatah

  • 27 Agt 2026 07:51 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 53 anak mengikuti rangkaian Upacara Metatah atau potong gigi (Mepandes atau Mesangih) secara massal yang digelar di Pura Girinatha, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Metatah merupakan upacara potong gigi tradisional umat Hindu di Bali yang menandai peralihan seorang anak menjadi dewasa.

Prosesi Potong Gigi saat ini dilaksanakan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia(PHDI) Kota Makassar bekerjasama dengan Banjar Hindu Dharma Kota Makassar, Rangkaian prosesi diawali dengan upacara Ngekeb / Nyengker, dilanjutkan dengan pemberian arahan kepada para peserta serta prosesi penyucian sebagai persiapan sebelum pelaksanaan metatah pada pagi berikutnya, Rabu, 26 Agustus 2026, malam.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Makassar, Dewa Nyoman Mahendra Jaya, mengatakan metatah tidak sekadar merupakan prosesi keagamaan, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam pembentukan karakter generasi muda Hindu. Menurutnya, rangkaian upacara tersebut menjadi simbol bahwa anak-anak mulai memasuki masa remaja dan dipersiapkan untuk menjalani kehidupan dengan perilaku yang lebih dewasa.

“Tujuannya adalah membuat anak-anak terhindar dari sifat-sifat negatif, sehingga ke depan mereka menjadi anak-anak yang baik,” ujarnya.

Dalam tradisi Hindu Bali, prosesi potong gigi memiliki makna simbolis untuk merapikan dan membersihkan sifat-sifat yang dianggap kurang baik. Taring yang dirapikan menjadi bagian dari simbol pengendalian hawa nafsu, kemalasan, serta sifat negatif lainnya. Dewa Nyoman menjelaskan, melalui prosesi tersebut, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya menjalankan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.aI.

Ia berharap generasi muda yang mengikuti metatah dapat tumbuh menjadi pribadi yang berbakti kepada orang tua, taat menjalankan ajaran agama, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan negara. “Harapannya anak-anak kita selalu berbakti, melaksanakan ajaran Hindu, terutama ajaran Dharma, menjadi anak yang baik, berbakti kepada orang tua, Dharma dan negara,” katanya.

Pelaksanaan metatah massal ini juga menjadi momentum kebersamaan bagi umat Hindu di Kota Makassar. Kegiatan serupa sebelumnya pernah dilaksanakan pada 2013. Setelah sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 dan berbagai pertimbangan kegiatan di pura, Metatah massal kembali digelar.

Ke depan, PHDI Kota Makassar berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda yang dilaksanakan secara berkala, sekitar tiga tahun sekali. Suasana penuh khidmat terlihat menjelang pelaksanaan prosesi utama.

Para peserta yang akan menjalani potong gigi diwajibkan menginap di lokasi yang telah disiapkan dan tidak diperkenankan pulang, sebagai bagian dari rangkaian persiapan upacara. Vonny Fransisca Barani salah satu orang tua menuturkan bahwa momentum tersebut menjadi harapan agar anak-anak tidak hanya bertambah usia, "Namun juga semakin matang dalam bersikap dan bertanggung jawab" urainya.

Salah seorang peserta Rizsyana Alliyah Putri juga mengaku bahagia mengikuti rangkaian persiapan metatah. "Melalui momentum prosesi tersebut menjadi titik awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mampu mengambil keputusan dengan benar, serta semakin dewasa dalam menjalani kehidupan" harapnya.

Dengan nilai spiritual dan pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya, metatah massal di Pura Girinatha diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan umat Hindu, tetapi juga membentuk generasi muda yang berkarakter, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....