Jaga Warisan Dunia, Pangkep Tingkatkan Dukungan untuk Geopark Maros-Pangkep

  • 29 Jul 2026 20:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Pangkep - Di tengah proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGGp), Pemerintah Kabupaten Pangkep menegaskan bahwa Geopark Maros-Pangkep bukan sekadar kebanggaan yang diakui dunia, tetapi juga amanah yang harus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Komitmen itu diwujudkan dengan memperkuat perlindungan kawasan, membenahi fasilitas pendukung, hingga meningkatkan kualitas pengelolaan agar tetap memenuhi standar UNESCO.

Wakil Bupati Pangkep, Abd. Rahman Assagaf, menegaskan Geopark Maros-Pangkep merupakan aset dunia yang membentang di dua wilayah administrasi, yakni Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Maros. Karena itu, menjaga keberlangsungan status UNESCO Global Geopark menjadi tanggung jawab bersama kedua daerah.

"Geopark ini merupakan warisan dunia dalam bentuk UNESCO Global Geopark. Ini menjadi cerminan dan kebanggaan bagi masyarakat Pangkep dan Maros. Tidak semua daerah, bahkan tidak semua negara memiliki warisan dunia seperti ini," ujarnya di Pangkep, Rabu 29 Juli 2026

Menurut Rahman, Pemkab Pangkep terus memperkuat dukungan melalui seluruh organisasi perangkat daerah, termasuk meningkatkan kualitas pusat informasi geopark agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada wisatawan maupun tim asesor UNESCO. Di sisi lain, pemerintah daerah juga memastikan kawasan geopark tetap terlindungi dari aktivitas yang berpotensi merusak kelestariannya.

Sejumlah petugas telah disiagakan untuk mengawasi kawasan, termasuk mencegah praktik pengambilan batu secara ilegal. "Artinya memang ada petugas yang melakukan pengamanan di kawasan tersebut. Ke depan, insyaallah dukungan pemerintah daerah akan terus ditingkatkan," katanya.

Rahman menjelaskan, pembangunan di kawasan geopark tetap mengedepankan prinsip konservasi. Perbaikan yang dilakukan saat ini masih difokuskan pada penyempurnaan fasilitas yang telah ada tanpa mengganggu nilai geologi dan lingkungan yang menjadi syarat utama UNESCO.

"Saat ini yang dilakukan masih sebatas perbaikan fasilitas-fasilitas yang sudah ada dan belum menyentuh pembangunan yang bersifat besar," jelasnya.

Ia juga menilai kawasan kepulauan, khususnya Kapoposang, memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis konservasi. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam.

Rahman berharap proses revalidasi yang dilakukan dua asesor UNESCO menjadi momentum untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga Geopark Maros-Pangkep sebagai warisan dunia. "Kehadiran dua asesor UNESCO menjadi motivasi bagi kita semua. Ini adalah warisan dunia yang sangat berharga, sehingga harus kita jaga dan kembangkan bersama agar tetap memenuhi standar UNESCO," pungkasnya.

Diketahui, dua asesor UNESCO, Soojae Lee dari Korea Selatan dan Xiaoping Qiu dari Tiongkok, melakukan revalidasi Geopark Maros-Pangkep pada 27–31 Juli 2026. Selama penilaian, keduanya mengunjungi sejumlah geosite, bertemu masyarakat dan pelaku UMKM, meninjau konservasi penyu di Pulau Kapoposang, hingga menikmati pelayaran menggunakan Kapal Pinisi sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kawasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....