Perumda Air Minum Tirta Je’neberang Gowa Pastikan Pasokan Air Baku Aman

  • 23 Jul 2026 11:10 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena El Nino yang ditandai dengan suhu udara di atas rata-rata normal mulai memengaruhi perubahan pola cuaca di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Gowa. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih panjang dan meningkatkan ancaman krisis kekeringan.

Dampak El Nino dikhawatirkan dapat memengaruhi ketersediaan pasokan air baku, memicu krisis air bersih, hingga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran. Kondisi ini menjadi perhatian Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Je’neberang (Perumda AMTJ) Kabupaten Gowa dalam menjaga kontinuitas layanan kepada masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Je’neberang Gowa, Irianto Razak, mengatakan hingga saat ini dampak El Nino di Kabupaten Gowa masih dalam kondisi aman dan terkendali. Meski demikian, pihaknya tetap mewaspadai potensi perubahan cuaca apabila intensitas El Nino terus meningkat Rabu, 23 Juli 2026.

"Khusus Kabupaten Gowa saat ini masih aman terkendali. Meskipun telah memasuki periode El Nino, kami terus melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi cuaca, khususnya di wilayah perbatasan Gowa-Takalar di Sungai Palleko, untuk memastikan suplai air baku tetap aman sebagai sumber air bersih," kata Irianto saat dihubungi RRI.

Ia menjelaskan, pemantauan tersebut dilakukan karena wilayah selatan Kabupaten Gowa, seperti Kecamatan Bontonompo, Limbung, dan Bajeng, merupakan daerah yang berpotensi mengalami kesulitan memperoleh sumber air baku saat musim kemarau berkepanjangan. Oleh sebab itu, langkah antisipasi terus dilakukan agar distribusi air bersih kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik.

Irianto menambahkan, berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, dampak El Nino di Kabupaten Gowa tidak memberikan pengaruh yang terlalu signifikan terhadap pelayanan air bersih. Namun demikian, Perumda AMTJ tetap berkomitmen menjaga kualitas dan kuantitas produksi air agar tetap layak dan aman dikonsumsi masyarakat.

"Kami akan bertanggung jawab penuh menjaga produksi air agar tetap sehat untuk dikonsumsi. Kami juga berharap musim kemarau tahun ini tidak berlangsung terlalu panjang sehingga kondisi air baku tetap stabil, tidak terganggu kekeringan, dan masyarakat, khususnya para petani, dapat terus beraktivitas dengan baik," ujar Irianto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....