BPBD Makassar Perkuat Edukasi Hadapi Puncak Musim Kemarau
- 06 Agt 2026 10:41 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat menjelang puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muh Fadli, mengatakan edukasi dilakukan melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat, penyampaian imbauan, hingga pelatihan kebencanaan sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga.
Menurutnya, masyarakat tidak hanya perlu mewaspadai dampak kekeringan, tetapi juga berbagai potensi bencana lain yang menyertainya, seperti kebakaran dan meningkatnya risiko gangguan kesehatan. Dijelaskan, musim kemarau berpotensi memicu kebakaran akibat kondisi cuaca yang kering. Selain itu, masyarakat juga rentan mengalami gangguan saluran pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui edukasi langsung maupun imbauan serta pelatihan kebencanaan. Yang paling penting, kami berharap masyarakat tetap waspada dan mencegah kebakaran pada musim kekeringan ini. Selain kekeringan, ada potensi kebakaran dan penyebaran penyakit seperti ISPA, sehingga masyarakat diharapkan menjaga kesehatan, memperbanyak minum air putih agar tidak mengalami dehidrasi," kata Muh Fadli, Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menambahkan, kasus kebakaran di Kota Makassar masih didominasi oleh korsleting listrik. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan elektronik maupun kompor saat beraktivitas di rumah. "Kebakaran di Makassar paling dominan disebabkan korsleting listrik. Karena itu, kami mengingatkan masyarakat agar memperhatikan penggunaan charger telepon seluler, peralatan elektronik, maupun kompor. Selain itu, gunakan masker bila diperlukan, hemat penggunaan air, matikan keran saat tidak digunakan, dan segera perbaiki jika terjadi kebocoran," ujarnya.
| Baca juga: BrightGas Hadir di Car Free Day Makassar |
Selain melakukan edukasi, pihanya juga telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi dampak musim kemarau. Saat ini BPBD masih berstatus siaga dan tengah mempersiapkan peningkatan status menjadi tanggap darurat seiring prediksi BMKG yang menyebut puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga Oktober 2026.
Sebagai bentuk intervensi awal, BPBD telah menyiapkan tandon air di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan. Penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap dengan melibatkan Perumda Air Minum (PDAM) Makassar serta pemerintah kecamatan dan kelurahan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.
Muh Fadli menyebutkan, hingga saat ini terdapat enam kecamatan yang terdampak kekeringan, yakni Manggala, Tamalanrea, Biringkanaya, Tallo, Ujung Tanah, dan Bontoala yang meliputi 16 kelurahan. Menurutnya, distribusi tandon air akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan dan kebutuhan warga pada masing-masing wilayah terdampak.
Ia berharap meningkatnya kesadaran masyarakat serta kolaborasi antara pemerintah dan warga dapat meminimalkan risiko bencana selama musim kemarau. Melalui edukasi yang berkelanjutan dan langkah mitigasi yang telah disiapkan, Muh Fadli optimistis masyarakat semakin siap menghadapi puncak musim kemarau tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....