Kemarau Panjang Ancam Sawah Pinrang, 12 Kecamatan Masuk Status Siaga

  • 23 Jul 2026 09:23 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - BPBD Kabupaten Pinrang menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kering sejak Mei 2026. Sebanyak 12 kecamatan diminta waspada menghadapi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

Status ini akan diperpanjang tiga bulan ke depan seiring puncak musim kemarau. Penetapan mengacu pada arahan BNPB serta data BMKG pusat dan wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pinrang, Rhommy Manule, mengatakan status tersebut sudah disikapi sejak awal musim kering. "Kami sudah keluarkan penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kering itu per Mei," kata Rhommy Manule saat menjadi narasumber dalam program Dialog Kentongan RRI Pro 1 Makassar, Selasa, 21 Juli 2026.

Kekeringan mulai berdampak pada sektor pertanian di sejumlah wilayah. Empat kecamatan tercatat mengalami potensi kekeringan sawah, yaitu Supa, Lembang, Patampanua, dan Lanrisang.

"Ada potensi bencana kekeringan untuk yang berdampak pada wilayah persawahan untuk di empat kecamatan yaitu Kecamatan Supa, Kecamatan Lembang, Patampanua, dan sebagian Kecamatan Lanrisang," ujar Rhommy.

Ia menyebut laporan serupa mulai bermunculan dari kecamatan lain seperti Suppa dan Mattiro Sompe. Dinas Pengairan dan Dinas Pertanian telah berkoordinasi memetakan wilayah terdampak. Untuk mengatasi dampak kekeringan pada sawah, pemerintah pusat sempat menyebut akan ada bantuan program pompanisasi bagi wilayah terdampak. Namun Rhommy menegaskan program ini bukan kewenangan BPBD.

"Ini kan terkait dengan pompanisasi, bukan tugas pokok kami. Tugas pokoknya itu adalah Dinas Pengairan dengan Dinas PSDA dan Dinas Pertanian," kata Rhommy.

Keputusan mengenai pompanisasi berada di tangan kepala daerah bersama dinas teknis terkait. BPBD hanya berperan menyiapkan personel dan peralatan saat status tanggap darurat ditetapkan.

Rhommy menambahkan ketersediaan air baku untuk kebutuhan pertanian di Pinrang sejauh ini masih terpenuhi meski kekeringan belum mencapai level ekstrem.

Ia mengimbau warga dan petani menjaga giliran penggunaan air irigasi secara bijak. Status tanggap darurat akan ditetapkan apabila kekeringan memburuk ke tingkat ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....