Pangdam Hasanuddin Panen Padi di Maros, Lima Traktor Diserahkan untuk Petani
- 18 Jul 2026 20:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Maros- Sulawesi Selatan kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Hal ini ditegaskan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko saat mengikuti Panen Raya TNI dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dipimpin langsung Presiden RI Prabowo Subianto melalui video conference (vicon), Jumat 17 Juli 2026.
Kegiatan panen raya tersebut digelar serentak di 43 titik di seluruh Indonesia dan dipusatkan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Di Sulawesi Selatan, kegiatan dipusatkan di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Di lokasi tersebut terdapat lahan baku sawah seluas 336 hektare. Dari luasan itu, sekitar 75 hektare memasuki masa panen dengan varietas padi Inpari 32/MR yang dikelola oleh 13 kelompok tani.
Pangdam XIV/Hasanuddin bersama unsur Forkopimda Kabupaten Maros dan para petani turut melakukan panen padi secara simbolis. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 70 paket sembako kepada masyarakat serta lima unit traktor roda empat bantuan Kementerian Pertanian kepada kelompok tani.
Mayjen TNI Bangun Nawoko mengapresiasi antusiasme masyarakat dan para petani yang tetap bersemangat mengikuti kegiatan panen raya. "Luar biasa antusiasme masyarakat dalam panen raya ini. Kegiatan ini merupakan hasil sinergi TNI dan Kementerian Pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Pangdam.
Menurutnya, sektor pertanian di Desa Bonto Tallasa memiliki potensi besar. Sekitar dua pertiga wilayah desa tersebut merupakan lahan persawahan dengan produktivitas rata-rata mencapai 5,5 hingga 6 ton per hektare.
Pangdam menegaskan, capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi Sulawesi Selatan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Hingga semester pertama 2026, penyerapan beras di Sulsel disebut telah mencapai sekitar 75 persen dari target.
Ia mengatakan, ketersediaan gudang Bulog masih mencukupi untuk menampung hasil panen petani yang diperkirakan terus berlangsung hingga November mendatang. Harga pembelian gabah yang menguntungkan petani juga diharapkan dapat menjaga semangat petani meningkatkan produksi.
Keberhasilan menjaga ketahanan pangan, lanjutnya, tidak terlepas dari kolaborasi antara TNI, Kementerian Pertanian, Bulog, pemerintah daerah, dan para petani. Di tingkat lapangan, Babinsa turut berperan mendampingi petani, mulai dari membantu pengaturan pembagian air, memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai ketentuan, mendukung program cetak sawah, hingga membantu Bulog dalam penyerapan gabah hasil panen.
"Sinergi inilah yang menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani," tegasnya.
Panen raya di Maros ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan dukungan sarana produksi, alat mesin pertanian, pendampingan di lapangan, serta kepastian penyerapan hasil panen, Sulawesi Selatan diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....