Bukan Hanya Gizi, Ini Tiga Komponen Penting Pencegahan Stunting

  • 18 Jul 2026 11:25 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassa - Tiga Komponen dalam pencegahan stuting ialah dititik-beratkan pada pemahaman akan Pola Asuh, Pola Makan dan Sanitasi Lingkungan. Demikian disampaikan Andi Nurseha, Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan lewat Dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Makassar, Jum’at, 17 Juli 2026.

“Jadi kalau kita melihat komponen ya, untuk bagaimana cegah stunting, itu ada pola asuh tentu ee kita, sasarannya adalah keluarga, Bagaimana mereka bisa paham terkait dengan pola asuh anak yang baik Dan ini butuh kesadaran, jadi bukan hanya diberikan informasi, tapi bagaimana keluarga paham bahwa ini penting untuk , Selanjutnya ada pola makan, Jadi, pola makan ini juga penting, kita memberikan pemahaman kepada keluarga, bagaimana pola makan yang baik untuk keluarga dan khususnya anak, dan juga air bersih dan sanitasi lingkungan,” ungkap Andi Nurseha kepada RRI.

Dikatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan mengedepankan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada asupan nutrisi, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat. Langkah ini dinilai sebagai kunci jangka panjang dalam menekan angka stunting, mengingat pentingnya kesadaran keluarga dalam proses tumbuh kembang anak.

Pencegahan stunting di Sulawesi Selatan bukan lagi sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan sebuah gerakan kolektif yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. Perubahan mindset mengenai pentingnya pola makan dan pola asuh menjadi sorotan utama dalam upaya menuntaskan masalah gizi kronis ini. Pemerintah menekankan bahwa kesadaran keluarga dalam memantau tumbuh kembang anak adalah fondasi utama pencegahan.

Selain pola asuh, kebersihan lingkungan juga menjadi faktor krusial yang sering terlupakan oleh masyarakat. Ibu Andi mengingatkan bahwa asupan gizi yang baik tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak dibarengi dengan sanitasi lingkungan yang layak. Masyarakat dihimbau untuk menjaga kebersihan pekarangan dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya mendukung tumbuh kembang anak.

Lebih lanjut Andi Nurseha mengatakan bahwa Edukasi mengenai pentingnya gizi juga harus merambah ke kalangan remaja, yang merupakan calon orang tua di masa depan. Dinas Kesehatan memandang bahwa investasi kesehatan harus dimulai sejak dini, bahkan sebelum seseorang menjadi orang tua. Dengan membekali remaja pengetahuan yang benar tentang kesehatan gizi, diharapkan mereka dapat menerapkan pola hidup sehat di masa depan.

Perubahan perilaku ini mencakup penerapan pola makan bergizi, pemanfaatan pekarangan untuk sumber pangan mandiri, dan kepatuhan dalam imunisasi. Pemerintah percaya bahwa jika kesadaran ini tumbuh di setiap individu, mulai dari remaja hingga orang tua, permasalahan stunting dapat diatasi secara signifikan dari akar masalahnya.

Andi Nurseha enegaskan kembali bahwa peran aktif seluruh masyarakat adalah penentu utama keberhasilan program stunting. Ia mengajak warga untuk tidak hanya mengandalkan layanan pemerintah, tetapi juga untuk mengambil inisiatif dalam mempraktikkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga masing-masing.

Semangat kebersamaan yang diusung oleh pemerintah diharapkan mampu memotivasi masyarakat hingga ke pelosok desa. Dengan tagline "Ayo kita cegah stunting menuju Indonesia Emas 2045", setiap individu diajak untuk merasa memiliki tanggung jawab dalam memastikan masa depan generasi mendatang lebih sehat dan bebas dari stunting melalui tindakan konkret hari ini.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....