Puluhan Ribu Jiwa Terancam Kekeringan, BPBD Makassar Distribusi Air Bersih
- 11 Jul 2026 18:45 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sekitar 53 ribu jiwa berpotensi terdampak bencana kekeringan berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan. Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 50 persen masyarakat telah merasakan dampak secara langsung akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.
Dampak paling besar dialami masyarakat yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penurunan debit air tanah menyebabkan sejumlah warga mulai mengalami kesulitan memperoleh pasokan air.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muh Fadli, mengatakan pihaknya memprioritaskan penanganan bagi masyarakat yang bergantung pada sumber air tanah karena menjadi kelompok yang paling terdampak pada musim kemarau saat ini.

"Berdasarkan hasil asesmen kami, terdapat sekitar 53 ribu jiwa yang berpotensi terdampak kekeringan. Saat ini diperkirakan sekitar 50 persen di antaranya sudah terdampak secara langsung, terutama masyarakat yang mengandalkan air tanah sebagai sumber utama air bersih," kata Muh Fadli, Sabtu 11 Juli 2026.
Menurutnya, distribusi bantuan air bersih difokuskan pada wilayah-wilayah yang mengalami penurunan ketersediaan air tanah paling signifikan. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Sementara itu, wilayah yang masih memperoleh pasokan air melalui jaringan PDAM hingga kini dinilai berada dalam kondisi relatif aman. Karena itu, daerah yang masih terlayani jaringan PDAM belum menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan air bersih.
Meski demikian, pihaknya terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air baku sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang lebih luas.
Dijelaskan, apabila kondisi cuaca kering terus berlanjut, cadangan air baku PDAM diperkirakan akan terus mengalami penurunan dan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan. "Kami terus melakukan pemantauan secara intensif. Jika kondisi cuaca kering seperti sekarang ini terus berlangsung, cadangan air PDAM diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 30 hari ke depan. Karena itu, langkah antisipatif dan kesiapsiagaan terus kami siapkan agar dampak kekeringan tidak semakin meluas di tengah masyarakat," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....