Dua Desa di Maros Dihubungkan Jembatan Perintis Garuda
- 03 Jun 2026 21:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Dusun Pala'ka Desa Bonto Matinggi dan Dusun Makmur Desa Bonto Manurung, Kabupaten Maros selesai dibangun. Jembatan penghubung Desa tersebut diresmikan Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, didamongi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XIV/Hsn Ny. Renny Bangun Nawoko, Rabu 2 Juni 2026.
Peresmian jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Dusun Pala'ka Desa Bonto Matinggi dan Dusun Makmur Desa Bonto Manurung, dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel drg. Andi Rachmatika Dewi, Bupati Maros Chaidir Syam, pejabat instansi pemerintah daerah dan masyarakat, bertempat di Desa Bonto Manurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Penerima manfaat Pembangunan jembatan Perintis Garuda tersebut sekitar 1.623 jiwa dari kedua desa tersebut. Keberadaan jembatan tersebut memudahkan akses perjalanan warga kedua desa dan akan meningkatkan suplay pangan kelancaran perekonomian masyarakat setempat.
Saat meresmikan jembatan Perintis garuda Dusun Desa Bonto Matinggi dan Desa Bonto Manurung, Maros,
Pangdam Mayjen TNI Bangun Nawoko, terlebih dahulu menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan jembatan yang dinilai sangat istimewa bagi warga. Pembangunan jembatan Perintis Garuda yang diresmikan, mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
.
“Jembatan ini bisa terwujud karena keberpihakan dan kepedulian banyak pihak kepada masyarakat," ucap Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Saat peletakan batu pertama dihadiri oleh Gubernur Sulsel lanjut Pangdam, dan telah selesai pembangunannya yang saat ini peresmiannya dihadiri oleh Ibu Wakil Gubernur serta Ketua DPRD. Hal Ini menunjukkan bahwa Desa Bonto Manurung adalah desa yang istimewa.
"Saya yakin kehadiran dan cinta kasih para pemimpin yang hadir di sini akan membawa berkah bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa ini,” ujar Mayjen Bangun Nawoko," Kata Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Lebih lanjut, Pangdam menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Perintis Garuda merupakan bukti nyata perhatian negara terhadap masyarakat di daerah terpencil dan sulit dijangkau. “Kita tahu sudah puluhan tahun anak-anak kita, emak-emak kita, harus menghadapi bahaya untuk ke sekolah, ke pasar, ke sawah dan ke ladang," sebut Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Disebutkan pula, bahwa dulu saat musim hujan mereka harus menggunakan gondola untuk menyeberang sungai yang indah tetapi menyimpan risiko. "Alhamdulillah hari ini masyarakat sudah dapat menyeberang dengan aman dan mudah,"Katanya.
Pangdam mengapresiasi kepada prajurit dan Masyarat yang telah bergotong royong untuk mewujudkan jembatan Perintis Garuda yang sederhana namun tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saya juga mengapresiasi para prajurit dan masyarakat yang bergotong royong mewujudkan jembatan sederhana namun sangat bermanfaat ini," ucap Pangdam.
Menurut Mayjen TNI Bangun Nawoko Prajurit Hasanuddin bekerja tanpa berharap pujian atau viral, tetapi menghadirkan sesuatu yang benar-benar dirasakan rakyat. Kembangkan terus karakter membantu rakyat, karena kemanunggalan TNI dan rakyat adalah syarat utama menuju Indonesia yang makmur, sejahtera, dan kuat menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....