Limbah Cangkang Kepiting di Maros Berpotensi Jadi Pakan Ternak dan Sumber Kalsium

  • 10 Jul 2026 21:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Limbah cangkang kepiting yang selama ini kerap dibuang begitu saja ternyata memiliki nilai ekonomi dan manfaat yang besar. Hal ini menjadi fokus penelitian tim akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Maros (UMMA) yang melakukan kajian di Desa Ampekale, Kabupaten Maros.

Ketua tim peneliti, Ketua tim peneliti, Dr. Ir. Anie Asriany, M.Si menjelaskan menjelaskan penelitian tersebut mengkaji pemanfaatan limbah cangkang kepiting yang dihasilkan dari aktivitas pengolahan hasil perikanan masyarakat. Menurutnya, cangkang kepiting tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Salah satunya sebagai bahan pakan ternak karena mengandung kalsium yang tinggi. Selain itu, cangkang kepiting juga dapat diolah menjadi kitosan, senyawa yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, mulai dari pertanian hingga industri.

"Hasil penelitian menunjukkan cangkang kepiting memiliki banyak manfaat. Selain sebagai sumber kalsium untuk pakan ternak, limbah ini juga dapat diolah menjadi kitosan yang memiliki nilai ekonomi," ujarnya, Jumat 10 Juli 2026.

Ia menilai masyarakat di Desa Ampekale maupun wilayah pesisir lainnya di Maros masih belum banyak mengetahui potensi tersebut. Akibatnya, limbah cangkang kepiting masih sering dibuang dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Melalui kegiatan penelitian ini, tim Unhas dan UMMA berharap dapat mendorong masyarakat dan pelaku usaha pengolahan kepiting untuk mulai memanfaatkan kembali limbah cangkang sehingga memiliki nilai tambah serta dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Anggota tim penelitian yaitu Ummul Chair, S.E., M.M., yang juga merupakan dosen Manajemen di Fakultas FEB UMMA mengatakan bahwa ke depan, Unhas dan UMMA juga berkomitmen memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat agar teknologi pengolahan cangkang kepiting dapat diterapkan secara sederhana dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....