Koperasi Jasa Keluarga Pers Perkuat Kesejahteraan Insan Pers

  • 10 Jul 2026 21:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Maros - Di balik setiap berita yang terbit, ada cerita lain yang jarang tersorot. Cerita tentang wartawan yang berkejaran dengan waktu, editor yang bergulat dengan akurasi, fotografer yang mempertaruhkan keselamatan demi satu gambar, hingga perusahaan media yang terus berjuang bertahan di tengah perubahan industri yang begitu cepat.

Bagi masyarakat, pers adalah penjaga demokrasi. Namun bagi para pelakunya, tantangan terbesar sering kali justru berada di luar ruang redaksi: bagaimana menjaga kesejahteraan di tengah tekanan ekonomi yang semakin kompleks.

Fenomena itu menjadi kenyataan yang dihadapi banyak insan pers di Indonesia. Digitalisasi mengubah pola konsumsi informasi, pendapatan media bergeser, sementara tuntutan profesionalisme semakin tinggi.

Di tengah situasi tersebut, muncul kesadaran bahwa menjaga independensi pers tidak cukup hanya dengan idealisme. Dibutuhkan fondasi ekonomi yang kuat agar para jurnalis dan pekerja media dapat terus menjalankan fungsi sosialnya tanpa kehilangan martabat profesi.

Dari kesadaran itulah lahir Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia, sebuah gerakan ekonomi yang didirikan di Kota Medan pada 29 Oktober 2023. Lebih dari sekadar badan usaha, koperasi ini hadir sebagai ruang kebersamaan yang mengusung semangat gotong royong untuk memperkuat kesejahteraan keluarga besar pers Indonesia.

Momentum Hari Koperasi Nasional ke-79 pada 12 Juli 2026 menjadi pengingat bahwa koperasi masih menjadi salah satu instrumen paling relevan dalam membangun ekonomi berbasis solidaritas. Ketua Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia, Devis Abuimau Karmoy, memandang bahwa tantangan industri media hanya dapat dihadapi melalui kebersamaan.

Menurutnya, kesejahteraan insan pers tidak akan lahir dari persaingan antarindividu, melainkan dari kemampuan membangun ekosistem yang saling menguatkan. "Kami mendirikan koperasi bukan sekadar membangun sebuah lembaga. Kami ingin membangun harapan bahwa setiap insan pers memiliki kesempatan bertumbuh secara ekonomi bersama keluarganya. Ketika ekonomi anggota kuat, maka martabat profesi pers pun akan semakin kokoh," ujarnya.

Baginya, koperasi bukan hanya tempat menghimpun simpanan anggota. Lebih jauh, koperasi merupakan ruang bertemunya gagasan, pengalaman, jaringan, dan peluang usaha yang dapat berkembang secara kolektif.

Nilai-nilai tersebut dirangkum dalam tiga prinsip yang menjadi arah perjuangan koperasi, yakni Solidaritas, Kemitraan, dan Kesejahteraan. Perubahan lanskap media dalam satu dekade terakhir telah memaksa banyak perusahaan pers melakukan efisiensi.

Model bisnis berubah, persaingan semakin ketat, sementara kebutuhan peningkatan kapasitas sumber daya manusia terus meningkat. Dalam situasi itu, koperasi dipandang sebagai alternatif yang mampu memperkuat daya tahan ekonomi para anggotanya.

Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia tidak hanya berorientasi pada layanan simpan pinjam, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pemberdayaan melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha produktif, peningkatan literasi keuangan, hingga membuka akses kemitraan dengan pemerintah, BUMN, BUMD, lembaga keuangan, dan dunia usaha.

Menurut Devis, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan koperasi. "Koperasi tidak bisa berjalan sendiri. Semakin luas jejaring kemitraannya, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan anggota," katanya.

Karena itu, penguatan tata kelola berbasis teknologi menjadi salah satu fokus utama. Digitalisasi administrasi, peningkatan transparansi, pelayanan yang akuntabel, serta pengembangan unit usaha baru menjadi bagian dari strategi jangka panjang organisasi.

Harapannya, koperasi tidak hanya menjadi organisasi ekonomi, tetapi juga mampu menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan pemberdayaan keluarga besar pers Indonesia. Dengan tata kelola yang profesional, koperasi diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, mulai dari akses pembiayaan yang sehat, peningkatan pendapatan anggota, hingga lahirnya ekosistem ekonomi yang saling mendukung.

Bagi Devis Abuimau Karmoy, koperasi adalah investasi sosial yang hasilnya tidak hanya dinikmati generasi saat ini, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Ia berharap semakin banyak wartawan, pekerja media, perusahaan pers, hingga keluarga besar insan pers yang bergabung dan mengambil bagian dalam gerakan ini.

"Saya bermimpi suatu hari nanti Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia hadir di setiap daerah, menjadi sahabat bagi anggotanya, menjadi tempat saling membantu ketika mengalami kesulitan, dan menjadi bukti bahwa pers Indonesia mampu berdiri tegak karena memiliki fondasi ekonomi yang kuat," ungkapnya.

Hari Koperasi Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa. Di tengah dunia yang semakin kompetitif, koperasi mengajarkan bahwa kemajuan tidak selalu lahir dari persaingan, tetapi juga dari kolaborasi.

Melalui Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia, semangat itu diterjemahkan menjadi gerakan nyata untuk memperkuat ekonomi keluarga besar pers. Sebuah ikhtiar yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota, tetapi juga menjaga independensi profesi jurnalistik melalui fondasi ekonomi yang lebih kokoh.

Pada akhirnya, pers yang kuat membutuhkan insan pers yang sejahtera. Dan kesejahteraan itu, sebagaimana semangat koperasi, dibangun bersama melalui solidaritas, kemitraan, dan komitmen untuk saling menguatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....