Pemkot Makassar Perkuat Pengembangan 153 Koperasi Kelurahan Merah Putih

  • 11 Jun 2026 10:30 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Sebanyak 153 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kota Makassar telah terbentuk dan seluruhnya telah memiliki badan hukum. Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Koperasi dan UKM terus mendorong penguatan kelembagaan dan pengembangan usaha koperasi agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Pejabat Fungsional Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Fachrul, mengatakan seluruh Koperasi Kelurahan Merah Putih yang terbentuk sejak tahun 2025 telah mengantongi legalitas badan hukum sebagai dasar operasional koperasi di tingkat kelurahan. “Sebanyak 153 Koperasi Kelurahan Merah Putih di Makassar sudah terbentuk dan semuanya telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut sekitar 33 koperasi sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sudah memiliki NPWP, dan sebagian telah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak,” ujar Fachrul, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurutnya, penguatan koperasi tidak hanya dilakukan dari sisi legalitas, tetapi juga melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga dan perusahaan. Saat ini sekitar 30 koperasi telah bermitra dengan Perum Bulog untuk mendukung distribusi dan penyediaan bahan pangan bagi masyarakat.

Selain itu, sejumlah koperasi juga telah menjalin kerja sama dengan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Beberapa koperasi lainnya bahkan telah membangun kemitraan dengan Pertamina sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan usaha dan layanan koperasi.

Fachrul menjelaskan, salah satu koperasi yang menjadi perhatian saat ini adalah Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Mangasa yang sudah berdiri di atas lahan yang jelas. Koperasi tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelayanan ekonomi masyarakat melalui berbagai unit usaha yang akan dikembangkan secara bertahap.

“Rencananya koperasi di Kelurahan Mangasa akan menjual bahan pangan murah kepada masyarakat. Selain itu akan ada beberapa tenant dan kemungkinan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti motor operasional, truk, serta sarana penunjang lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, hingga saat ini bangunan koperasi tersebut masih dalam tahap persiapan operasional. Kebutuhan pangan maupun perlengkapan usaha lainnya belum ditempatkan di lokasi sehingga aktivitas ekonomi belum berjalan secara maksimal.

Fachrul menambahkan saat ini yang telah terbentuk secara penuh adalah struktur kelembagaan dan keanggotaan koperasi. Sementara untuk pengisian unit usaha dan penyediaan berbagai fasilitas pendukung masih menunggu proses lanjutan agar koperasi dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Kelurahan Mangasa maupun wilayah sekitarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....