IPIM Sulsel Satukan Gagasan Tokoh Nasional, Dorong Lahirnya Persatuan Imam Dunia
- 14 Jun 2026 18:39 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Di tengah meningkatnya tantangan global yang ditandai oleh menguatnya intoleransi, ancaman radikalisme, krisis lingkungan, hingga konflik kemanusiaan di berbagai belahan dunia, para imam masjid dinilai memiliki peran strategis sebagai penjaga harmoni dan jembatan perdamaian antarbangsa. Kesadaran itulah yang melatarbelakangi Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Seminar Nasional dan Istighotsah di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Minggu 14 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju pelaksanaan International Grand Imams Conference on Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace 2026, sebuah forum internasional yang diharapkan menjadi tonggak lahirnya jejaring imam dunia dalam membangun perdamaian berbasis nilai-nilai agama. Tidak sekadar menjadi forum keagamaan, kegiatan ini merupakan momentum konsolidasi para imam masjid, tokoh agama, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban, penguatan moderasi beragama, serta instrumen diplomasi keagamaan Indonesia di tingkat global.
Ketua Panitia, Dr. H. Abdul Gaffar, S.Ag., M.A., menjelaskan bahwa konferensi internasional tersebut lahir dari kesadaran bahwa peran imam masjid pada era modern telah mengalami transformasi yang sangat signifikan. Imam tidak lagi hanya berfungsi memimpin ibadah, tetapi juga menjadi pemimpin moral, pendidik masyarakat, penjaga harmoni sosial, serta agen perdamaian di tengah keberagaman umat manusia.
"Berbagai tantangan global seperti radikalisme, intoleransi, perubahan iklim, degradasi moral, disinformasi hingga ketidakadilan sosial membutuhkan kontribusi aktif para imam dari berbagai negara untuk menghadirkan solusi yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan," ungkap Abdul Gaffar.
Konferensi bertajuk “Masjid Harmony, Religious Diplomacy and Global Peace” tersebut akan berlangsung sepanjang Februari hingga Oktober 2026 dengan puncak acara yang dijadwalkan digelar di Masjid Istiqlal dan Hotel Borobudur, Jakarta. Forum internasional itu akan melibatkan Kementerian Agama Republik Indonesia, Masjid Istiqlal, IPIM, Kementerian Luar Negeri, serta sejumlah kedutaan besar negara sahabat yang berada di Indonesia.
Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari imam masjid, pimpinan organisasi keagamaan nasional dan internasional, akademisi, peneliti, hingga lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, keagamaan, dan perdamaian dunia. Sebelum pelaksanaan konferensi puncak, panitia akan menggelar program Bridging to Conference melalui seminar, workshop, istighotsah, dan tabligh akbar yang dilaksanakan di enam wilayah, yakni Kalimantan Timur, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat diajak memperkuat pemahaman mengenai pentingnya toleransi antarumat beragama, diplomasi keagamaan, serta ekoteologi sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan kehidupan manusia dan alam semesta. Abdul Gaffar mengatakan, tujuan utama konferensi ini adalah membangun platform internasional bagi para imam untuk berdialog, bertukar pengalaman, memperkuat kompetensi kepemimpinan keagamaan, serta merumuskan strategi bersama dalam menjawab berbagai persoalan global.
Selain membangun jejaring imam lintas negara, forum tersebut juga menargetkan lahirnya dokumen “Istiqlal Understanding of International Imams” sebagai pedoman bersama bagi para imam dunia serta menjadi langkah awal pembentukan wadah persatuan imam internasional. Seminar Nasional di Makassar sendiri menghadirkan sejumlah narasumber nasional, di antaranya Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag., Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama Dr. H. Ahmad Zayadi, M.A., Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia Dr. H. Muhammad Ishaq Shamad, S.Ag., Wakil Kepala Bidang Penyelenggaraan Peribadatan BPIM Jakarta K.H. Mas'ud Halimin, M.A., serta Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Prof. Dr. Irfan Idris, M.A.
Melalui inisiatif ini, IPIM Sulawesi Selatan berharap kontribusi para imam tidak hanya dirasakan di lingkungan masjid dan masyarakat lokal, tetapi juga mampu menjadi bagian dari gerakan global yang menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Di tengah dunia yang semakin terhubung namun juga rentan terhadap konflik dan polarisasi, Indonesia melalui para imam masjid berupaya memperkuat diplomasi keagamaan dan menawarkan pesan perdamaian kepada masyarakat internasional, dengan masjid sebagai episentrum harmoni dan peradaban dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....