Groundbreaking Gerbang Moderasi, Menag Serukan Persaudaraan

  • 09 Jul 2026 13:22 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Komitmen memperkuat kerukunan di tengah keberagaman kembali ditegaskan melalui pembangunan Gerbang Moderasi pertama di kawasan Indonesia Timur. Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gerbang Moderasi di Kompleks BTP Blok AC, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Kamis 9 Juli 2026.

Pembangunan Gerbang Moderasi merupakan inisiatif Kabar Grup Indonesia (KGI) bersama Masyarakat Pro-Moderasi Indonesia yang dirancang sebagai ruang edukasi sekaligus simbol penguatan moderasi beragama. Kehadiran kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi landmark baru di Makassar, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran nilai toleransi yang dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pembangunan Gerbang Moderasi bukan sekadar menghadirkan bangunan fisik, melainkan menghadirkan pengingat kolektif agar masyarakat terus menjaga persatuan. "Kadang sebuah monumen dibangun di tempat kecil, tetapi memberi dampak yang besar. Di sini, masyarakat akan terus diingatkan bahwa kita semua sama," ujar Nasaruddin Umar.

Menurut Menag, Sulawesi Selatan memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga keharmonisan karena masyarakat Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja telah hidup berdampingan selama bertahun-tahun. Ia menilai nilai budaya lokal menjadi fondasi penting dalam memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang dimiliki Indonesia. Karena itu, Nasaruddin Umar mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga budaya siri' sebagai identitas yang mampu mempererat hubungan antarsesama. "Pertahankan budaya siri'. Jadikan pertentangan antaretnik sebagai sesuatu yang memalukan," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan bukanlah ancaman, melainkan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. "Etnik boleh berbeda, agama boleh berbeda, tetapi jangan ada yang mengganggu keutuhan persaudaraan kita," tegasnya.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut positif pembangunan Gerbang Moderasi tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kehidupan masyarakat yang inklusif. Menurutnya, kawasan BTP Blok AC dipilih karena telah lama menjadi miniatur keberagaman, tempat warga dari berbagai latar belakang hidup berdampingan secara harmonis. Munafri mengatakan capaian Kota Makassar yang kini masuk dalam sembilan besar Indeks Kota Toleran menjadi bukti bahwa budaya saling menghormati terus tumbuh di tengah masyarakat. "Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh gerakan ini, termasuk dengan menyiapkan perbaikan infrastruktur di sekitar lokasi," ujar Munafri.

Sementara itu, CEO sekaligus Founder Gerbang Moderasi, Upi Asmaradhana, menjelaskan kawasan ini akan dikembangkan lebih luas sebagai pusat literasi, edukasi, dan dialog lintas iman. Ia mengatakan selain menjadi ikon utama, Gerbang Moderasi juga akan dilengkapi museum, pusat literasi digital, serta ruang diskusi terbuka yang melibatkan tokoh agama, akademisi, pemuda, dan masyarakat sehingga semangat toleransi dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Peletakan batu pertama Gerbang Moderasi turut dihadiri Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama RI, Staf Khusus Menteri Agama RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Rektor UIN Alauddin Makassar, tokoh PWNU Sulawesi Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, Ketua DWP Kanwil Kemenag Sulsel, jajaran Ketua RT/RW, serta sejumlah tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar nilai persatuan, toleransi, dan kerukunan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....