Alumni UMI Makassar Kawal RUU Ketenagalistrikan
- 09 Jul 2026 18:31 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencatatkan prestasi melalui kiprah alumninya di tingkat nasional. Dua alumni UMI menjadi bagian dari Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagalistrikan Komisi XII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja dan serap aspirasi di Kampus UMI, Makassar, Rabu, 8 Juli 2026. Kehadiran keduanya menjadi bukti kontribusi lulusan UMI dalam proses penyusunan kebijakan strategis di sektor energi nasional.
Kedua alumni tersebut adalah Andi Muzzakkir Aqil, alumni Fakultas Hukum UMI yang kini menjabat Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II sekaligus Ketua Ikatan Alumni (IKA) UMI Jabodetabek, serta Beniyanto Tamoreka, alumni Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri UMI yang merupakan Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah. Keterlibatan keduanya dinilai mencerminkan peran alumni UMI dalam mendukung pembangunan bangsa melalui fungsi legislasi.
Ketua Tim Panja RUU Ketenagalistrikan Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, memberikan apresiasi atas kontribusi kedua alumni tersebut. Menurutnya, keterlibatan alumni UMI dalam pembahasan RUU Ketenagalistrikan menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan perguruan tinggi dalam mendukung penyusunan regulasi nasional.
"Dua alumni UMI ini hebat dan membanggakan. Mereka menjadi bagian penting dalam proses pembahasan RUU Ketenagalistrikan," ujar Sugeng Suparwoto.
Dalam kesempatan itu, Sugeng juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muslim Indonesia yang dinilainya konsisten melahirkan tokoh dan pemimpin di berbagai bidang. Ia menegaskan kunjungan Komisi XII DPR RI ke UMI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi awal penguatan kemitraan antara parlemen dan perguruan tinggi dalam menghasilkan kebijakan publik yang berbasis kajian ilmiah.
"Ini kunjungan pertama, tetapi saya pastikan bukan yang terakhir," tegas Sugeng.
Sugeng turut mengajak sivitas akademika UMI untuk terus berkontribusi melalui gagasan, kritik, serta rekomendasi ilmiah dalam berbagai isu strategis nasional, khususnya yang berkaitan dengan energi, sumber daya mineral, dan lingkungan hidup. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam memperkaya substansi kebijakan yang sedang disusun DPR RI.
Sementara itu, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH., MH., menyampaikan bahwa UMI berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, dan tanggung jawab kebangsaan. Ia menegaskan identitas UMI sebagai perguruan tinggi yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam mencetak pemimpin masa depan.
"UMI meyakini bahwa ilmu akan kehilangan arah tanpa nilai, dan nilai akan kehilangan daya tanpa ilmu. Karena itulah, sebagai lembaga pendidikan dan dakwah, UMI meneguhkan jati dirinya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi," ujar Prof. Hambali Thalib.
Melalui keterlibatan alumninya dalam pembahasan RUU Ketenagalistrikan serta kontribusi sivitas akademika dalam memberikan masukan kepada DPR RI, Universitas Muslim Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pengambilan kebijakan publik demi mendukung pembangunan nasional dan kemajuan bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....