Mandiri Benih Tekan Biaya Produksi, NTP Petani Terdongkrak

  • 09 Jun 2026 13:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Program Mandiri Benih yang digulirkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terbukti membantu menekan biaya produksi petani padi. Program ini menjadi salah satu strategi menjaga Nilai Tukar Petani agar tetap berada di atas angka 100.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas TPHBUN Sulawesi Selatan, Muh. Syaripuddin, mengatakan petani tidak lagi harus mengeluarkan biaya untuk pembelian benih padi. Pengurangan pos pengeluaran ini secara langsung memperkuat daya beli petani dan berkontribusi pada kenaikan NTP Sulsel.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan adanya bantuan seperti benih gratis di program Mandiri Benih itu bisa mengurangi biaya produksi dari petani sehingga pengeluaran untuk pembelian benih padi mereka bisa dikurangi atau bahkan tidak ada lagi," ujar Muh. Syaripuddin, dalam dialog Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar, Senin ,8 Juni 2026.

Selain Mandiri Benih, program swasembada pangan dari Presiden Prabowo Subianto turut mendorong petani untuk bisa panen hingga dua kali dalam setahun. Program ini didukung oleh penyediaan irigasi, pengadaan benih unggul berumur genjah, dan bantuan alat mesin pertanian.

Percepatan masa tanam hingga panen yang lebih singkat memungkinkan petani memanfaatkan ketersediaan air secara optimal. Hasilnya, periode tanam dua kali dalam setahun menjadi lebih mudah direalisasikan.

Syaripuddin menegaskan, kualitas benih memegang peranan kunci dalam produktivitas padi. Riset para ahli menunjukkan bahwa 35 persen hasil panen padi ditentukan oleh penggunaan benih bermutu dan berlabel.

"Program dari Bapak Presiden kita dalam rangka mewujudkan swasembada pangan itu didukung oleh Provinsi Sulawesi Selatan salah satunya dengan program Mandiri Benih," katanya.

Dukungan pemerintah pusat juga hadir dalam bentuk pengadaan alat dan mesin pertanian serta program perluasan areal sawah di berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan. Seluruh program ini berjalan beriringan untuk menopang ketahanan pangan daerah.

Keterpaduan program dari pusat dan daerah ini, menurut Syaripuddin, merupakan wujud nyata dukungan pemerintah terhadap petani. Program-program tersebut saling memperkuat satu sama lain dalam mewujudkan swasembada pangan.

"Hal ini memang saling mendukung, dan benih itu menurut ahli bahwa 35 persen hasil dari padi itu ditentukan oleh penggunaan benih bermutu dan berlabel," ujarnya.

Pemerintah provinsi terus berupaya agar pengeluaran petani untuk biaya produksi dapat ditekan seminimal mungkin. Langkah ini selaras dengan target mempertahankan NTP Sulsel di atas angka 100 pada bulan-bulan berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....