Pencanangan Desa Cantik, Tiga Desa di Bulukumba Siap Jadi Percontohan

  • 16 Apr 2026 19:28 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Bulukumba - Badan Pusat Statistik (BPS) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba menggelar kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) sekaligus Pembinaan Desa tingkat Kecamatan Rilau Ale, Kamis 16 April 2026. Kegiatan dipusatkan di Desa Bonto Matene dengan tiga lokus utama, yakni Desa Bonto Matene, Desa Tanah Harapan, dan Desa Topanda.

Program Desa Cantik ini merupakan inisiatif strategis dan inovasi dari BPS Bulukumba. Tujuannya untuk meningkatkan literasi, kesadaran, serta kapasitas aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik secara mandiri. Kepala Desa Bonto Matene Syahiruddin, sebagai tuan rumah menyampaikan apresiasinya atas terpilihnya Desa Bonto Matene sebagai lokus kegiatan dan komitmen penuh terhadap kegiatan.

"Kami merasa terhormat dan berterima kasih atas kepercayaan BPS serta Pemerintah Kabupaten yang telah menunjuk Desa Bonto Matene sebagai salah satu lokus Desa Cantik tahun ini. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh seluruh tahapan pembinaan statistik ini agar aparat desa kami semakin cakap dalam mengelola data demi pembangunan desa yang lebih tepat sasaran," ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Camat Rilau Ale, Andi Amaluddin, berharap kegiatan ini mampu menciptakan kemandirian bagi aparatur desa. "Sinergitas kegiatan pembangunan dan data harus terkoneksi dengan baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Kami berharap ketiga desa ini bisa menjadi desa percontohan bagi desa-desa lain di Kecamatan Rilau Ale maupun di Kabupaten Bulukumba," ujar Andi Amaluddin.

Sementara itu Kepala BPS Bulukumba, Herbudiman Suwandi, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengubah paradigma desa dari sekadar objek menjadi subjek pengelola data. Menurutnya, desa adalah produsen data dasar paling utama di Indonesia.

"Bayangkan jika hari ini kita menanam benih kesadaran data di tiga desa ini, suatu hari nanti kita akan memanen kebijakan yang tepat guna untuk masyarakat. Desa yang punya rancangan teknis berbasis data pasti akan memiliki peluang lebih besar untuk menyerap alokasi anggaran dan bantuan dari pusat," tegasnya.

Setelah pencanangan Desa Cantik, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan Moderator Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Andi Eliz Indayani. Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Bulukumba, Andi Uke Indah Permatasari, selaku narasumber dalam sesi diskusi menegaskan posisi instansinya sebagai walidata daerah yang mendukung penuh pelaksanaan program ini.

Menurutnya, data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan adalah fondasi utama pengambilan kebijakan yang tepat. "Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara BPS sebagai pembina statistik, Dinas Kominfo sebagai walidata, dan pemerintah desa sebagai produsen serta pengguna data. Desa bukan lagi sekadar objek, melainkan pelaku utama dalam pembangunan berbasis data," jelas Andi Uke.

Melengkapi hal tersebut, perwakilan Kepala Dinas PMD, Fadli Nadjib memaparkan pentingnya peran data sebagai pijakan penyusunan dokumen desa seperti RPJMDes dan RKPDes. Ia menuturkan bahwa pemahaman statistik akan membantu aparat keluar dari rutinitas laporan administratif semata menuju perencanaan pembangunan berbasis bukti.

"Dengan adanya data yang kuat, perencanaan pembangunan menjadi lebih tepat sasaran. Desa Cantik memberi ruang bagi desa untuk mengenal potensinya sendiri dan memetakan masalahnya secara lebih tajam, sehingga transparansi serta akuntabilitas dapat lebih mudah dijaga," ungkapnya.

Kabid Humas Dinas Kominfo Bulukumba Andi Ayatullah Ahmad menjelaskan, melalui sinergi dan komitmen lintas instansi ini, program Desa Cantik diharapkan menjadi langkah awal yang solid dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa berbasis data. Sehingga pada akhirnya nanti, akan bermuara pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Bulukumba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....