Jadi Episentrum Perputaran Ekonomi Rakyat, CFD Boulevard Dipadati Warga
- 12 Apr 2026 18:05 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Geliat ekonomi rakyat di ruang publik Kota Makassar terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu episentrumnya terlihat di kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard, Kecamatan Panakkukang, yang setiap akhir pekan dipadati warga.
Di tengah aktivitas masyarakat yang berolahraga, bersantai, hingga berinteraksi sosial, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum tersebut untuk menggerakkan roda usaha mereka. Kondisi ini menjadi perhatian Camat Panakkukang, Syahril, yang turun langsung memantau aktivitas di kawasan Boulevard Makassar, Minggu 12 Maret 2026 pagi.
Menurut Syahril, tingginya animo masyarakat dan pelaku UMKM di kawasan CFD Boulevard menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal. “Animo berdagang UMKM bertambah, dan banyak masyarakat yang berbelanja ini betul-betul bagus. Tapi kami akan terus melakukan pembenahan dan penataan agar lebih baik lagi,” ujarnya.
Sejak pagi hari, deretan lapak kuliner, kerajinan tangan, hingga berbagai layanan jasa mulai dipadati pengunjung. Aroma makanan, ragam produk kreatif, serta interaksi hangat antara penjual dan pembeli menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup.
Tak sekadar menjadi ruang rekreasi, CFD Boulevard kini bertransformasi menjadi simpul ekonomi baru yang mampu mencatat perputaran uang hingga puluhan juta rupiah hanya dalam hitungan jam. “Setiap Minggu pagi, kita melihat CFD dipadati puluhan ribu masyarakat dari berbagai daerah. Ini membuktikan bahwa memberikan dampak ekonomi bagi UMKM berjualan di sini,” tambahnya.
Dari sisi jumlah, Syahril menyebut saat ini terdapat lebih dari 800 tenant UMKM yang terdaftar di kawasan CFD Boulevard. Meski demikian, jumlah tersebut bersifat fluktuatif karena tidak semua pedagang hadir rutin setiap pekan.
Ia menilai, kehadiran CFD memberikan ruang usaha strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar tanpa terbebani biaya operasional tinggi. Di sisi lain, masyarakat diuntungkan dengan kemudahan akses terhadap produk lokal berkualitas dengan harga terjangkau.
Menurutnya, kondisi ini menjadikan CFD sebagai salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat perkotaan. Syahril juga mengapresiasi kedisiplinan para pelaku usaha yang mulai tertib serta peran pengelola dalam menata lapak dan aktivitas pedagang.
“Alhamdulillah pelaku usaha sudah mulai tertib. Pengelolaan memang sudah dilimpahkan ke pihak pengelola, tetapi kecamatan tetap bertanggung jawab untuk mengawasi dan mendampingi,” tuturnya.
Lebih lanjut, pemerintah kecamatan membuka ruang bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya terdampak penertiban di sejumlah titik agar dapat berjualan di kawasan CFD Boulevard. Sejumlah pedagang dari kawasan Pantai Losari juga telah difasilitasi untuk bergabung.
Tak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, kawasan CFD Boulevard juga dimanfaatkan sebagai ruang pelayanan publik, salah satunya melalui layanan kesehatan gratis yang disediakan lima puskesmas di Kecamatan Panakkukang secara bergilir. Selain itu, Kecamatan Panakkukang bersama PD Parkir dan Dinas Perhubungan akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah titik yang masih memerlukan penataan, terutama terkait pelanggaran parkir kendaraan.
“Ada beberapa hal yang perlu kami benahi, terutama terkait keberadaan mobil yang mulai masuk dalam dua minggu terakhir ini, itu jadi bagian dari fokus penataan kami,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....