Pengamat Ekonomi: Program MBG Mampu Gerakkan Ekonomi jika Tata Kelolanya Tepat

  • 14 Jun 2026 09:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pengamat ekonomi keuangan yang juga mantan bankers BUMN, Sutardjo Tui menilai program tersebut pada dasarnya merupakan kebijakan yang baik karena memberikan dampak berantai terhadap berbagai sektor ekonomi, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, pelaksanaan MBG dapat menciptakan permintaan yang besar terhadap berbagai bahan baku pangan yang dipasok oleh pelaku UMKM dan sektor pertanian. Dengan meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk mendukung program tersebut, perputaran ekonomi di daerah juga berpotensi tumbuh lebih cepat.

“Sebenarnya MBG ini program yang bagus dan sangat bisa menggerakkan ekonomi. UMKM terbantu karena kebutuhan bahan bakunya meningkat, kemudian lapangan pekerjaan juga terbuka karena ada penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor yang terlibat dalam program ini,” ujar Sutardjo.

Ia menjelaskan bahwa dampak positif MBG tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha dan tenaga kerja, tetapi juga oleh generasi muda yang menjadi penerima manfaat program. Pemenuhan gizi yang lebih baik sejak usia sekolah dinilai akan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan dan produktivitas anak-anak di masa depan.

Namun demikian, Sutardjo mengingatkan bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada tata kelola program yang baik. Ia menyebut, pemerintah perlu memastikan bahwa seluruh anggaran yang dialokasikan benar-benar difokuskan untuk mencapai tujuan utama program, yakni pemenuhan kebutuhan gizi anak.

“Yang harus jelas adalah tata kelolanya terlebih dahulu. Fokusnya pada pemenuhan gizi, jangan sampai ada pengeluaran anggaran yang tidak jelas atau tidak berkaitan langsung dengan tujuan program, misalnya untuk kebutuhan yang bukan prioritas seperti pembelian kaos kaki. Pengawasannya penting, tetapi tata kelolanya harus dibenahi lebih dulu,” katanya.

Sutardjo menilai tata kelola yang transparan dan akuntabel akan menjadi fondasi utama agar program MBG dapat berjalan efektif. Dengan sistem pengelolaan yang jelas, setiap tahapan pelaksanaan program dapat terukur dan tepat sasaran sehingga manfaat ekonomi maupun sosialnya dapat dirasakan secara maksimal.

Karena itu, ia berharap pemerintah terus memperkuat mekanisme pengelolaan MBG agar tujuan besarnya dapat tercapai. Selain membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan aktivitas ekonomi melalui keterlibatan UMKM, program tersebut juga diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, produktif, dan memiliki daya saing yang lebih baik di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....