Dinas Pertanian dan Peternakan Makassar Genjot Urban Farming untuk Tekan Sampah

  • 12 Apr 2026 17:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus mendorong seluruh jajaran SKPD bekerja optimal sesuai tugas pokok dan fungsi, sekaligus menghadirkan program nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Salah satu fokus yang kini diperkuat adalah pembangunan berbasis lingkungan berkelanjutan melalui integrasi ketahanan pangan dan pengelolaan sampah di tingkat wilayah.

Dalam hal ini, Dinas Pertanian dan Perikanan (DP2) Kota Makassar didorong sebagai leading sector untuk mengakselerasi program strategis berbasis urban farming di setiap kelurahan. Wali Kota Munafri Arifuddin mengatakan, program urban farming perlu dimaksimalkan di seluruh wilayah dengan melibatkan kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, dalam pembangunan lorong-lorong kota.

“Kita perlu maksimalkan program urban farming di semua wilayah, maka keterlibatan aktif kelompok masyarakat, termasuk organisasi kemahasiswaan, dalam pembangunan di tingkat lorong,” ujarnya, Minggu 12 Maret 2026.

Menurut Appi, urban farming tidak sekadar mendorong pemanfaatan lahan sempit menjadi produktif, tetapi juga dirancang terintegrasi dengan sistem pengelolaan sampah rumah tangga. Sampah organik diolah menjadi kompos untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan.

Dengan konsep tersebut, pemerintah menargetkan peningkatan ketersediaan pangan skala rumah tangga sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan berkelanjutan. “Urban farming diharapkan menjadi solusi ganda, mengurangi volume sampah sekaligus memperkuat kemandirian pangan warga di tengah dinamika perkotaan,” katanya.

Munafri menilai program urban farming yang telah berjalan di Makassar cukup sukses. Bahkan, sejumlah wilayah disebut telah mampu menciptakan ekosistem pemenuhan gizi dan penguatan ekonomi lokal.

Ia juga mendorong setiap kelompok masyarakat membina minimal dua lorong bersama lurah serta RT/RW setempat untuk menciptakan lingkungan produktif dan tertata.

Selain itu, Munafri mencontohkan model peternakan skala kecil yang tetap produktif di lahan terbatas serta ramah lingkungan.

“Sekarang beternak ayam tidak butuh lahan luas. Dengan sistem yang baik, bisa produktif dan ramah lingkungan,” terangnya.

Untuk mendukung program tersebut, Appi meminta DP2 berkoordinasi dengan Dewan Lingkungan agar kelompok masyarakat mendapat pendampingan dan fasilitas memadai. Ia juga mengimbau kerja sama dengan sektor swasta melalui program CSR guna memperkuat pembiayaan program berbasis masyarakat.

Lebih jauh, Munafri menargetkan pengelolaan sampah di Makassar dapat meningkat hingga minimal 95 persen. Saat ini, capaian tersebut dinilai masih belum optimal dan belum menyentuh angka 70 persen secara maksimal.

“Biaya yang kita keluarkan harus sebanding dengan hasil. Target kita, minimal 95 persen sampah harus terkelola,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia meminta camat dan lurah lebih aktif turun ke lapangan untuk memantau wilayah serta memperkuat kegiatan bersama masyarakat. “Sering-sering turun ke wilayah. Lihat langsung, bangun kegiatan bersama masyarakat. Itu yang akan membuat perubahan nyata,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....