Orang Tua Adalah Kunci Kepercayaan Diri Anak Disabilitas
- 11 Apr 2026 11:42 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Orang Tua Adalah Kunci Kepercayaan Diri Anak Disabilitas. Demikian disampiakan Rizka Rustam, Bendahara Pertuni Sulawesi Selatan serta Staff UPT PPRSA Inang Matutu Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan saat berbincang dalam diskusi Ruang Disabilitas Pro 1 RRI Makassar, Sabtu, 11 April 2026.
Dikatakan, Dukungan emosional dari keluarga, terutama orang tua, merupakan faktor krusial dalam pembentukan karakter dan kepercayaan diri anak penyandang disabilitas. Riska Rustam mengingatkan para orang tua bahwa memiliki anak dengan disabilitas bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah amanah untuk didukung pertumbuhannya. Cinta yang tulus dan penerimaan tanpa syarat menjadi modal awal bagi anak untuk melihat dunia dengan positif.
“pesan saya untuk orang tua yang punya anak disabilitas, ingat bahwa ketika kita memiliki anak disabilitas itu bukan akhir dari segala-galanya Tetapi biarkanlah mereka bertumbuh, dukung mereka, berikan mereka kasih sayang selayaknya kasih sayang anak-anak yang lain seperti itu dan Biarkan mereka, berikan mereka jalan, berikan mereka dukungan, Jangan tinggalkan, tetap pegang tangannya,” kata Rizka kepada RRI.
Lebih lanjut Rizka mengatakan bahwa Meski kasih sayang sangat penting, orang tua tidak memanjakan anak secara berlebihan. Memanjakan anak hanya karena kondisi fisiknya justru dapat berdampak buruk pada mentalitas dan kemandirian anak di masa depan. Anak perlu diajarkan untuk menghadapi realitas dan tanggung jawab sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki.
“Tetapi harus diingat, jangan manjakan mereka karena mereka disabilitas, Ketika kita memanjakan anak kita secara berlebihan, itu dampaknya akan kurang baik, Tetapi orang tua juga mesti mencari informasi, mencari pengetahuan-pengetahuan sebenarnya bagaimana caranya membangun kepercayaan diri anaknya, bagaimana caranya anaknya itu tidak harus bergantung sama orang tua, Tetapi orang tua yang memiliki anak disabilitas harus bisa menempatkan dirinya di mana harus memanjakan, di mana harus ekstra disiplin mendidik anaknya, Jadi sebenarnya seperti itu, normal saja,” katanya.
Kedisiplinan ekstra tetap diperlukan dalam pola asuh anak disabilitas agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Orang tua harus mampu menempatkan posisi kapan harus memberikan kelembutan dan kapan harus menerapkan aturan yang tegas. Keseimbangan pola asuh ini akan membentuk mentalitas yang kuat agar anak tidak mudah menyerah pada keterbatasannya.
Selain dukungan mental, Rizka mengatakan bahwa orang tua juga didorong untuk proaktif mencari informasi mengenai pengembangan bakat anak. Baik itu bakat alami seperti menyanyi maupun keterampilan teknis seperti mengoperasikan komputer, orang tua harus menjadi fasilitator utama. Pengetahuan orang tua tentang akses pelatihan akan membuka jalan bagi anak untuk menemukan jati diri dan keahliannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....