Pernikahan Anak dan Pekerja Anak Masih Menyumbang Angka Putus Sekolah di Sulsel

  • 23 Jul 2026 12:31 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar - Kepala Bidang P3A Dinas P3A Dalduk KB Sulsel, Maisy Papayungan, menegaskan, persoalan anak putus sekolah di Sulawesi Selatan tidak hanya dipicu oleh faktor keterbatasan ekonomi, tetapi juga pola pengasuhan yang keliru. "Motivasi belajar anak sangat dipengaruhi oleh dorongan keluarga," tegas Maisy pada dialog Indonesia Cerdas di Pro 1 RRI Makassar Rabu, 23 Juli 2026.

Maisy Papayungan menilai banyak terjadi pola pengasuhan penelantaran dimana orang tua bersikap acuh tak acuh terhadap status sekolah anak. Kurangnya motivasi anak sering kali berakar dari sikap orang tua yang kurang telaten dan tidak menomorsatukan pendidikan.

Maisy Papayungan menyebutkan, keterbatasan transportasi umum sering kali memaksa anak menghentikan pendidikannya setelah lulus SD atau SMP. "Hal ini menjadi hambatan geografis seperti jarak sekolah yang jauh di wilayah pedesaan juga menjadi pemicu Utama," sebut Maisy.

Maisy Papayungan menjelaskan, beberapa keluarga menganggap anak sebagai beban ekonomi sehingga memilih untuk membiarkan menikah muda. "Kasus pernikahan anak juga turut menyumbang tingginya angka anak yang tidak melanjutkan sekolah," jelas Maisy.

Maisy Papayungan menyayangkan terdapat ada orang tua yang melibatkan anak dalam pekerjaan hingga anak kehilangan minat belajar karena telah menghasilkan uang. "Mindset orang tua yang menganggap anak sebagai objek investasi atau pencari nafkah keluarga juga dinilai sangat membahayakan," ungkap Kabid P3A Dinas P3A Dalduk KB Sulsel ini.

Maisy Papayungan menekankan agar orang tua memiliki kewajiban penuh untuk memenuhi hak pendidikan anak tanpa menjadikannya penopang ekonomi. Ia mengatakan, pemerintah terus mengimbau masyarakat untuk mengubah paradigma tersebut menuju pengasuhan positif yang menempatkan anak sebagai subjek.

Maisy Papayungan mengingatkan ketersediaan fasilitas gratis seharusnya mampu dimanfaatkan secara optimal jika orang tua memberikan dukungan penuh. "Mengenai kendala biaya, pemerintah sebenarnya telah menyediakan berbagai bantuan seperti program sekolah gratis hingga bantuan PKH," tanda Maisy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....