Munafri Evaluasi Program Persampahan, dari Open Dumping ke Sanitary Landfill
- 04 Apr 2026 09:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, evaluasi total program persampahan kini tengah dilakukan, termasuk peralihan metode pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Meski berada dalam suasana libur, aktivitas pemerintahan tetap berjalan. Pada Jumat, 3 April 2026, Munafri memimpin langsung rapat strategis bersama jajaran kepala SKPD di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, membahas penanganan sampah dan solusi jangka panjang.
Usai rapat, Munafri menegaskan bahwa percepatan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan amanah pemerintah pusat yang harus dijalankan secara serius dan berkelanjutan.
“Hari libur pun kita tetap bekerja, tadi membahas hal yang kami anggap penting, termasuk meeting koordinasi PSEL berjalan di Kota Makassar,” tegasnya.
Ia menjelaskan, program PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah kota yang semakin kompleks. Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar setiap tahapan berjalan sesuai target. Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa transformasi sistem pengelolaan sampah menjadi prioritas utama hingga ke tingkat SKPD, camat, dan lurah. Salah satu langkah krusial yang tengah dijalankan adalah peralihan metode TPA dari sistem open dumping menuju sanitary landfill.
“Sistem olahan sampah dari open dumping menuju sanitary landfill ini sangat penting untuk mengatasi dampak pencemaran lingkungan, baik terhadap tanah, air, maupun udara,” jelasnya.
Metode sanitary landfill dinilai lebih ramah lingkungan karena menggunakan lapisan pelindung, pengelolaan air lindi, serta penutupan tanah secara berkala. Hal ini berbeda dengan sistem open dumping yang hanya menumpuk sampah tanpa pengelolaan memadai.
Selain itu, Pemkot Makassar juga telah menyusun road map pengelolaan sampah dengan pendekatan hulu hingga hilir. Strategi tersebut menitikberatkan pada pengurangan sampah sejak dari sumber melalui konsep 3R (reduce, reuse, recycle).
Implementasinya akan diperkuat melalui pemilahan sampah berbasis RT/RW, penguatan bank sampah, optimalisasi TPS3R, pengolahan sampah organik melalui maggot dan kompos, hingga pemanfaatan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel). “Fokus utama kita adalah meminimalisir sampah sejak dari sumber dan mempercepat ekonomi sirkular. Road map ini kita siapkan agar Makassar bisa menjadi contoh pengelolaan persampahan modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Munafri juga menekankan bahwa target besar dari seluruh upaya ini adalah mewujudkan kota yang bersih dan sehat di masa depan. Salah satu solusi jangka panjang yang terus didorong adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). “PLTSa menjadi bagian dari solusi untuk menyelesaikan persoalan tumpukan sampah secara menyeluruh,” tegasnya.
Terkait TPA Antang, Munafri menyebutkan bahwa dalam beberapa bulan ke depan sistem pengelolaannya ditargetkan sudah beralih ke sanitary landfill. Ia menekankan bahwa proses tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Dalam kurun waktu beberapa bulan, TPA Antang harus sudah beralih ke sanitary landfill. Ini kerja bersama, semua masyarakat harus terlibat,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, Munafri juga mengevaluasi berbagai program strategis yang tengah berjalan. Ia memastikan seluruh program dikontrol secara ketat agar tetap berada di jalur yang telah direncanakan. “Kita evaluasi program strategis, kita kontrol apa yang masih menjadi kendala. Yang belum maksimal kita dorong untuk ditingkatkan agar semua program berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....