Pemkot Makassar dan BPS Perkuat Komitmen Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

  • 19 Jun 2026 11:24 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar : Pemerintah Kota Makassar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat komitmen menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) melalui kegiatan Pencanangan dan Penguatan Komitmen Bersama yang digelar di pelataran Kantor Wali Kota Makassar, Jumat 19 Juni 2026. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam penyusunan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran, terukur, dan berbasis data yang akurat.

Menurutnya, hasil sensus akan menjadi kompas pembangunan ekonomi daerah, sekaligus menjadi rujukan dalam menentukan prioritas program pembangunan, pengembangan sektor unggulan, penguatan UMKM, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, hingga pengurangan kesenjangan antarwilayah.

“Sensus Ekonomi 2026 adalah kompas agar kebijakan pembangunan ekonomi yang kita lakukan benar-benar tepat sasaran. Karena itu saya berharap seluruh elemen terkait, khususnya petugas sensus, dapat bekerja secara serius, fokus, dan maksimal untuk menghasilkan data berkualitas,” ujar Munafri.

Sebelum kegiatan pencanangan, rangkaian acara diawali dengan penanaman pohon bersama sebagai simbol komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.

Munafri juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sensus. Ia menilai tugas petugas sensus tidak mudah karena membutuhkan dedikasi, waktu, tenaga, dan komitmen yang tinggi di lapangan.

“Kepada para camat dan lurah saya berharap menjadi partner yang baik bagi petugas sensus. Pastikan mereka tidak mengalami hambatan saat turun ke masyarakat. Tidak boleh ada satu keluarga pun yang luput dari pendataan. Kita membutuhkan data yang benar-benar akurat,” tegasnya.

Ia menambahkan, tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut pemerintah daerah menghadirkan kebijakan yang efektif dan berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, data yang lengkap dan terpercaya menjadi elemen penting dalam proses pengambilan keputusan.

Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia, Kota Makassar membutuhkan fondasi data yang kuat untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat.

Munafri pun mengajak seluruh kepala OPD, direktur BUMD, camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE2026.

“Terima petugas SE2026, berikan data dengan benar, dan jangan khawatir karena kerahasiaan data masyarakat tetap terjaga. Kualitas data yang dihasilkan akan menentukan kualitas kebijakan yang akan kita ambil untuk pembangunan Kota Makassar ke depan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pentingnya partisipasi seluruh elemen masyarakat dan pelaku usaha dalam menyukseskan sensus sebagai fondasi pembangunan berbasis data.

“Dengan dukungan seluruh masyarakat dan pelaku usaha, kita dapat mewujudkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menjelaskan bahwa SE2026 merupakan amanah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik sekaligus menjadi program prioritas nasional dengan tingkat kompleksitas tertinggi dibandingkan sensus sebelumnya.

Menurut Aryanto, sensus ini akan mencakup seluruh aktivitas ekonomi, keluarga, penduduk, dan pelaku usaha di Indonesia. Karena cakupannya yang sangat luas, pelaksanaannya diberikan waktu selama dua setengah bulan.

“Kalau berbicara ekonomi Sulawesi Selatan, maka Kota Makassar memiliki peran yang sangat besar. Lebih dari 34 persen perekonomian Sulawesi Selatan ditopang oleh Kota Makassar. Karena itu, keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi di Makassar menjadi perhatian khusus bagi kami,” ungkapnya.

Untuk mendukung pelaksanaan pendataan, BPS Sulawesi Selatan mengerahkan 934 petugas sensus di Kota Makassar, jumlah terbesar dibandingkan daerah lain di Sulawesi Selatan. Petugas tersebut akan menjangkau seluruh wilayah kota, termasuk kawasan kepulauan.

Aryanto menegaskan, keberhasilan sensus diukur melalui dua indikator utama, yakni tidak adanya keluarga maupun pelaku usaha yang terlewat dalam pendataan, serta terjaminnya kualitas data yang dikumpulkan.

“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi yang luar biasa dari Pemerintah Kota Makassar. Kehadiran Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota memberikan motivasi besar bagi seluruh petugas untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....