Wujudkan Keadilan Ekonomi melalui Prinsip Moderasi Beragama Indonesia

  • 24 Mar 2026 12:34 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Isu ketimpangan ekonomi belakangan ini bukan sekadar angka statistik di atas kertas, melainkan tantangan nyata yang bisa memicu keretakan sosial. Di tengah kekayaan yang berpusat pada segelintir pihak, moderasi beragama muncul sebagai solusi etis untuk menciptakan tatanan hidup yang lebih manusiawi.

Anggota FKUB Kota Makassar Pdt. Atok Saramang dalam Program Moderasi Agama Pro 1, Selasa, 24 Maret 2026, menjelaskan bahwa moderasi beragama sebagai cara pandang sikap dan perilaku beragama yang mengambil jalan tengah, bukan bertujuan memoderasi ajaran agama melainkan memoderasi Pemahaman umat dalam beragama. Pentingnya moderasi beragama di Indonesia untuk menjaga harmoni dalam kebhinekaan.

Atok – sapaan akrabnya menekankan bahwa agama tidak boleh hanya berhenti pada ritual ibadah, tetapi harus hadir memberikan solusi nyata bagi masalah ekonomi. Dikatakan, moderasi beragama adalah cara pandang jalan tengah yang menolak ekstrimisme dan mengedepankan kemanusiaan.

“Konsep ekonomi yang berkeadilan menurut perspektif moderasi beragama adalah sistem ekonomi yang berlandaskan pada prinsip jalan tengah, keseimbangan, keadilan dan kesetaraan yang bertujuan menciptakan kemaslahatan umum tanpa adanya yang dirugikan. Ekonomi berkeadilan tidak hanya menekankan pada pertumbuhan materi tetapi juga moralitas etika dan pemerataan distribusi kekayaan agar tidak menumpuk pada segelintir pihak saja,” jelas Atok.

Lebih lanjut dikatakan, perlunya membangun relasi dan komunikasi dengan pihak lain tanpa membedakan agama atau suku. “Dalam Kristen itu dikatakan Kasihlah Sesama dengan manusia seperti dirimu sendiri Jadi bagaimana kita mengasihi diri kita,” ungkap Atok.

Atok mengutip nilai-nilai dari Kitab Injil, Lukas Pasal 3 Ayat 14 “Dan prajurit-prajurit Bertanya juga kepadanya. Dan kami apakah yang harus kami perbuat Jawab Yohanes kepada mereka. Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu”

Selain itu, dalam 2 Korintus 8:14, “Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka agar kelebihan mereka. Kemudian mencukupkan kekurangan kamu supaya ada keseimbangan”

Konsep bersyukur menjadi nilai yang penting dalam mewujudkan ekonomi yang berkeadilan. Pentingnya memiliki sikap syukur dengan tidak merampas hak orang lain. Selain itu, Atok juga menekankan pentingnya keseimbangan antara mereka yang memiliki kelebihan untuk mencukupkan mereka yang kekurangan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....