Kapusdal LH SUMA: Kebijakan Pilah Sampah Makassar Jadi Contoh Kota Metropolitan
- 04 Agt 2026 13:03 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mulai menerapkan pemilahan sampah dari sumber sejak 1 Agustus 2026 mendapat apresiasi dari Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Kapusdal LH) Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (SUMA), Azri Rasul. Azri menilai kebijakan yang hanya memperbolehkan sampah residu masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan langkah tepat dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern sekaligus memperpanjang usia operasional TPA.
"Program ini sangat baik dan patut didukung. Ini menjadi pembelajaran bahwa setiap orang harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya, dimulai dari mengurangi timbulan sampah dan memilahnya sejak dari rumah," ujar Azri di Makassar, Selasa 4 Agustus 2026.
Menurutnya, pengelolaan sampah perlu mengedepankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sampah organik, anorganik, dan residu harus dipilah sejak dari sumber sehingga hanya residu yang berakhir di TPA.
Ia mengatakan Makassar telah memiliki infrastruktur pendukung, seperti bank sampah unit yang tersebar di sejumlah wilayah. Sampah anorganik yang dipilah dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku industri daur ulang dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Selain itu, sampah organik juga dapat diolah menjadi produk bernilai, salah satunya melalui budidaya maggot yang telah diterapkan di Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang. Azri menjelaskan, jika masyarakat disiplin memilah sampah, volume sampah yang masuk ke TPA akan berkurang secara signifikan.
Kondisi tersebut dinilai dapat memperpanjang usia TPA sekaligus menekan pencemaran lingkungan, termasuk emisi gas metana. "Kalau semua sampah yang masih bisa dimanfaatkan diproses kembali, maka yang dibawa ke TPA tinggal residunya saja. Umur TPA menjadi lebih panjang dan pencemaran dapat ditekan," katanya.
Ia bahkan menyebut langkah Pemerintah Kota Makassar sebagai salah satu terobosan paling maju di antara kota-kota metropolitan di Indonesia dalam pengelolaan sampah berkelanjutan. Meski demikian, Azri menegaskan keberhasilan program sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.
Karena itu, edukasi harus terus diperkuat, didukung penyediaan fasilitas bank sampah, armada pengangkut, serta penerapan sistem penghargaan dan sanksi secara konsisten. "Kesadaran masyarakat harus terus dibangun. Pemerintah juga perlu memperkuat fasilitas pendukung, memberikan penghargaan bagi yang patuh, dan menerapkan sanksi secara konsisten agar budaya memilah sampah benar-benar terbentuk," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....