Peran Perempuan Sebagai Duta Moderasi Lintas Beragama
- 11 Feb 2026 08:07 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Program Moderasi Beragama yang disiarkan di PRO1 RRI Makassar pada Selasa, 10 Februari 2026, mengangkat tema “Peran Perempuan Sebagai Duta Moderasi Lintas Beragama”. Dialog ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Hj. Syamsudduha Saleh, M.Ag., dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, dan dipandu oleh Arfan Yusri membahas kontribusi strategis perempuan dalam memperkuat toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam pemaparannya, Prof. Syamsudduha menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi penting sebagai agen moderasi beragama karena kedekatan mereka dengan keluarga dan komunitas sosial. “Perempuan sering menjadi penggerak dalam menanamkan nilai saling menghargai sejak dini, baik di lingkungan rumah tangga maupun dalam interaksi sosial yang lebih luas. Pendekatan yang dilakukan oleh perempuan cenderung lebih komunikatif dan inklusif, sehingga efektif dalam membangun dialog lintas agama,” sebutnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peran perempuan sebagai duta moderasi lintas beragama dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti forum dialog, aksi sosial bersama, serta pendidikan nilai kebangsaan. “Perempuan lintas agama dinilai mampu menjadi jembatan komunikasi yang menghubungkan berbagai kelompok masyarakat, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan dalam keberagaman. Hal ini menjadi bagian penting tentunya dalam menjaga stabilitas sosial serta mencegah potensi konflik berbasis perbedaan keyakinan,” kata Syamsudduha.
FKUB Kota Makassar sendiri menurutnya terus mendorong partisipasi aktif perempuan dalam program-program moderasi beragama. “Berbagai pelatihan, diskusi, dan kegiatan kolaboratif lintas agama telah digelar untuk meningkatkan kapasitas perempuan sebagai agen perdamaian. Dengan keterlibatan perempuan dalam forum-forum tersebut akan mampu menghadirkan perspektif yang lebih empatik dan solutif dalam menyikapi perbedaan khususnya Lintas Agama,”tambahnya.
Dalam era digital, tantangan moderasi beragama juga semakin kompleks. Informasi yang beredar cepat melalui media sosial sering kali memicu kesalahpahaman atau polarisasi. Oleh karena itu, perempuan diharapkan turut berperan sebagai penyebar pesan damai di ruang digital dengan menyaring informasi dan menyampaikan narasi yang menyejukkan. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga keharmonisan di tengah derasnya arus informasi.
“Perempuan memiliki kekuatan untuk menjadi duta moderasi lintas beragama karena mereka mampu membangun komunikasi yang penuh empati dan persaudaraan. Perempuan lebih mengedepankan Feeling atau perasaan dan Jika perempuan bergerak bersama, maka nilai toleransi dan kebersamaan akan lebih mudah cair serta tumbuh dalam masyarakat,” ujar Prof. Dr. Hj. Syamsudduha Saleh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....