Meluas di 14 Kecamatan, Karhutla di Magetan Menuai Keprihatinan

  • 04 Okt 2026 21:29 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Magetan sepanjang musim kemarau terus menjadi perhatian. Hingga 29 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan mencatat 56 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 139 hektare.

Kejadian tersebut tersebar di 14 kecamatan. Sejumlah wilayah yang dipetakan memiliki kerawanan karhutla antara lain Kecamatan Kawedanan, Parang, Panekan, Plaosan, Lembeyan, dan Maospati. Kebakaran juga terjadi di kawasan Gunung Bancak, Gunung Lawu serta lahan tebu.

Kondisi tersebut mendapat perhatian dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan. Partai tersebut menginstruksikan pengurus dan kader hingga tingkat desa untuk ikut membantu penanganan ketika terjadi kebakaran di wilayah masing-masing.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan Diana Sasa mengatakan kader di daerah diminta tidak hanya menjadi penonton ketika terjadi karhutla. Mereka dapat membantu petugas maupun relawan dengan terlebih dahulu berkoordinasi untuk mengetahui kebutuhan di lokasi.

“Kalau di wilayahnya terjadi kebakaran hutan dan lahan, pengurus dan kader jangan hanya menonton. Turun, koordinasi dengan petugas, tanyakan apa yang dibutuhkan dan bantu sesuai kemampuan. Keselamatan tetap yang utama,” kata Diana.

Menurut Diana, keterlibatan kader tidak harus menunggu instruksi teknis dari pengurus cabang. Namun, bantuan yang diberikan tetap harus mengikuti kondisi dan arahan petugas di lapangan agar tidak mengganggu proses pemadaman.

Selain mengerahkan kader, DPC PDI Perjuangan Magetan juga memberikan dukungan logistik berupa makanan dan minuman bagi petugas serta relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Diana mengatakan bantuan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar petugas dan relawan yang harus berada di lokasi selama proses pemadaman berlangsung.

“Kami mulai dari yang sederhana dan memang dibutuhkan. Teman-teman bekerja berjam-jam di lapangan, tentu kebutuhan makan dan minum juga harus diperhatikan,” ujarnya.

DPC PDI Perjuangan Magetan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memetakan kebutuhan penanganan karhutla. Dukungan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan, baik berupa tenaga, logistik maupun sosialisasi kepada masyarakat.

Penanganan karhutla di sejumlah lokasi selama ini melibatkan petugas gabungan, relawan dan masyarakat. Dengan kejadian yang tersebar di berbagai wilayah, kewaspadaan masyarakat dinilai tetap diperlukan, terutama di kawasan yang memiliki potensi kebakaran.

Diana mengatakan penanganan kebakaran yang sedang terjadi menjadi prioritas, termasuk memastikan petugas dan relawan mendapatkan dukungan serta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait, menurut dia, diperlukan untuk menentukan langkah berikutnya dalam menghadapi kejadian karhutla.

“Untuk sekarang prioritasnya api tertangani, petugas dan relawan terbantu, masyarakat juga waspada. Persoalan lain tentu nanti perlu kita lihat dan evaluasi serta koordinasikan bersama dengan pihak terkait,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....