PDI Perjuangan Magetan Serukan Kader Bantu Penanganan Karhutla
- 02 Okt 2026 17:41 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Magetan turut mendapat dukungan dari jaringan kader DPC PDI Perjuangan Kabupaten Magetan. Kader di tingkat kecamatan hingga desa diminta membantu petugas dan relawan sesuai kebutuhan di lokasi kejadian.
Ketua DPC PDI Perjuangan Magetan Diana Sasa mengatakan, kader yang berada di wilayah terdampak diminta berkoordinasi dengan petugas ketika terjadi kebakaran. Bantuan dapat diberikan sesuai kondisi di lapangan, namun tetap memperhatikan keselamatan.
“Kalau ada kebakaran di wilayahnya, kader jangan hanya melihat. Bisa turun membantu dengan berkoordinasi dengan petugas, kemudian melihat apa yang dibutuhkan. Tetapi keselamatan tetap menjadi yang utama,” kata Diana di Magetan, Jumat. 2 Oktober 2026.
Menurut Diana, kader tidak harus menunggu instruksi dari pengurus cabang untuk memberikan bantuan. Namun, keterlibatan mereka harus disesuaikan dengan arahan petugas agar tidak menghambat proses pemadaman.
Selain mengerahkan kader, DPC PDI Perjuangan Magetan menyalurkan makanan dan minuman untuk petugas serta relawan yang berada di lokasi penanganan karhutla.
Diana mengatakan bantuan logistik tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama proses pemadaman yang berlangsung cukup lama.
“Yang kami lakukan sementara dari kebutuhan yang paling sederhana, seperti makan dan minum. Teman-teman di lapangan bekerja berjam-jam, sehingga kebutuhan itu juga perlu diperhatikan,” ujarnya.
DPC PDI Perjuangan Magetan juga berencana berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengidentifikasi kebutuhan penanganan karhutla. Bentuk dukungan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Kami akan berkomunikasi dengan pihak terkait untuk melihat apa yang bisa dibantu oleh partai dan jaringan kader. Bisa tenaga, logistik, sosialisasi kepada masyarakat atau bentuk dukungan lainnya,” kata Diana.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Magetan hingga 29 September 2026, tercatat 56 kejadian karhutla dengan luas area terdampak sekitar 139 hektare.
Kejadian tersebut tersebar di 14 kecamatan. Beberapa wilayah yang masuk pemetaan rawan antara lain Kawedanan, Parang, Panekan, Plaosan, Lembeyan, dan Maospati.
Kebakaran juga tercatat terjadi di kawasan Gunung Bancak dan Gunung Lawu serta sejumlah lahan tebu. Dalam penanganannya, petugas gabungan bekerja bersama relawan dan masyarakat.
Diana meminta masyarakat ikut meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kebakaran lahan maupun kawasan hutan.
“Untuk saat ini yang utama bagaimana api bisa tertangani, petugas dan relawan terbantu, serta masyarakat tetap waspada. Setelah itu tentu perlu evaluasi dan koordinasi bersama untuk melihat persoalan lainnya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....