Cadangan 805 Ribu Meter Kubik, Air Waduk Gonggang Magetan Perlu Dihemat

  • 02 Okt 2026 18:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Cadangan air Waduk Gonggang di Kecamatan Poncol, Magetan, masih sekitar 805.500 meter kubik. Namun, Dinas PUPR Magetan meminta penggunaan air tetap dikendalikan karena muka air waduk terus berada dalam tekanan selama musim kemarau.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Magetan Yuli K. Iswahyudi mengatakan, elevasi muka air Waduk Gonggang saat ini berada di 797,47 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara batas terendah pengambilan air berada pada elevasi 787 mdpl.

“Elevasinya sekitar 797,47 mdpl. Batas pengambilan paling bawah 787 mdpl. Jadi masih ada kurang lebih 805.500 meter kubik yang bisa dimanfaatkan,” kata Yuli, Kamis (1/10/2026).

Menurut Yuli, cadangan tersebut diperkirakan masih dapat menopang kebutuhan irigasi hingga akhir Oktober. Perkiraan itu dengan mempertimbangkan sebagian besar tanaman yang saat ini berupa palawija mulai memasuki masa panen.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air irigasi diperkirakan menurun dibandingkan saat tanaman masih dalam fase pertumbuhan.

“Kalau melihat kondisi tanaman sekarang, InsyaAllah masih aman sampai akhir Oktober, dengan catatan tidak ada tambahan. Kalau sudah masuk panen, kebutuhan air juga berkurang,” ujarnya.

Meski demikian, kemampuan waduk memasok air memiliki batas. Ketika elevasi turun hingga 787 mdpl, air tidak lagi dapat dikeluarkan melalui sistem pengambilan yang tersedia.

“Selama elevasinya masih di atas 787 meter, air masih bisa kita keluarkan. Kalau sudah sampai 787 mdpl, berarti airnya sudah tidak bisa kita keluarkan lagi,” jelasnya.

Waduk Gonggang tidak hanya digunakan untuk irigasi. Cadangannya juga dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air baku bagi masyarakat di wilayah selatan Magetan, termasuk Poncol, Parang dan Lembeyan.

Untuk mengantisipasi penurunan cadangan waduk, PUPR masih memiliki sumber alternatif berupa sejumlah sumur dalam di kawasan Ngaglik. Sumber tersebut dapat digunakan untuk menambah pasokan air baku apabila diperlukan.

“Untuk air baku, kita tidak hanya bergantung pada Gonggang. Di sekitar Ngaglik juga ada sumur-sumur dalam yang bisa menjadi sumber tambahan,” kata Yuli.

Yuli menegaskan penggunaan air Waduk Gonggang tetap perlu diatur selama kondisi kering berlangsung. Pasalnya, belum dapat dipastikan kapan hujan akan kembali menambah pasokan air waduk.

“Kita tetap harus mengatur penggunaannya. Air yang ada harus dimanfaatkan seefisien mungkin karena kita juga belum tahu sampai kapan musim kering ini berlangsung,” ujarnya.

Waduk Gonggang sendiri dibangun untuk mengatasi keterbatasan air di wilayah selatan Magetan. Pekerjaan fisiknya dimulai sejak tahun anggaran 2004 dan dilakukan secara bertahap sebelum akhirnya diresmikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada 15 Juni 2012.

Selain untuk memenuhi kebutuhan irigasi, pembangunan waduk juga diarahkan untuk menyediakan sumber air baku bagi masyarakat di wilayah selatan Magetan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....