Kian Surut, Air Waduk Gonggang Diperkirakan Hanya Cukup hingga Akhir Oktober
- 02 Okt 2026 19:41 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Cadangan air Waduk Gonggang di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, masih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian dan air baku. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Magetan mencatat elevasi muka air waduk saat ini berada pada 797,47 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Magetan Yuli K. Iswahyudi mengatakan, kondisi tersebut masih berada di atas batas minimum pengambilan air yang ditetapkan pada elevasi 787 mdpl.
Dari selisih elevasi tersebut, diperkirakan masih terdapat sekitar 805.500 meter kubik air yang dapat dikeluarkan untuk kebutuhan masyarakat.
"Elevasinya sekitar 797,47 mdpl. Batas pengambilan paling bawah 787 mdpl. Jadi masih ada kurang lebih 805.500 meter kubik yang bisa dimanfaatkan," kata Yuli Kamis (1/10/2026).
Untuk sektor pertanian, cadangan tersebut diperkirakan masih mampu mencukupi kebutuhan hingga akhir Oktober. Perkiraan itu dengan mempertimbangkan kondisi tanaman yang sebagian besar berupa palawija dan mulai memasuki masa panen.
Menurut Yuli, kebutuhan air irigasi cenderung menurun ketika tanaman memasuki masa panen. Karena itu, tekanan terhadap cadangan waduk diperkirakan tidak sebesar saat tanaman berada dalam fase pertumbuhan.
"Kalau melihat kondisi tanaman sekarang, InsyaAllah masih aman sampai akhir Oktober, dengan catatan tidak ada tambahan. Kalau sudah masuk panen, kebutuhan air juga berkurang," ujarnya.
Namun, kemampuan waduk memasok air akan berhenti ketika elevasi mencapai 787 mdpl. Pada posisi tersebut, air tidak lagi dapat dikeluarkan melalui sistem pengambilan yang ada.
"Selama elevasinya masih di atas 787 meter, air masih bisa kita keluarkan. Kalau sudah sampai 787 mdpl, berarti airnya sudah tidak bisa kita keluarkan lagi," jelasnya.
Selain menopang irigasi, Waduk Gonggang juga dimanfaatkan sebagai salah satu sumber air baku bagi masyarakat di wilayah selatan Magetan, termasuk Poncol, Parang dan Lembeyan.
Meski demikian, kebutuhan air baku tidak sepenuhnya bergantung pada waduk. Yuli menyebut masih terdapat sumber alternatif berupa sumur dalam di kawasan Ngaglik yang dapat digunakan untuk menambah pasokan apabila diperlukan.
"Untuk air baku, kita tidak hanya bergantung pada Gonggang. Di sekitar Ngaglik juga ada sumur-sumur dalam yang bisa menjadi sumber tambahan," katanya.
Sumber tersebut, lanjut Yuli, dapat dioperasikan terutama jika kondisi waduk terus mengalami penurunan dan kebutuhan tambahan pasokan air baku meningkat.
Waduk Gonggang sejak awal dibangun untuk membantu mengatasi persoalan keterbatasan air di wilayah selatan Magetan yang memiliki kawasan pertanian sekaligus rentan mengalami kekeringan.
Dokumen Kementerian PUPR mencatat pembangunan Bendungan Gonggang masuk dalam program infrastruktur sumber daya air dan rampung pada Juni 2012. Sebelum pembangunan fisik, pemerintah terlebih dahulu melakukan sejumlah tahapan, mulai studi, pra-desain, detail desain, sertifikasi desain, LARAP hingga AMDAL.
Pekerjaan fisik bendungan sendiri telah dimulai sejak tahun anggaran 2004 dan berlangsung secara bertahap hingga akhirnya diresmikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto pada 15 Juni 2012.
Sejak dirancang, keberadaan Bendungan Gonggang memang diarahkan untuk mengurangi kekurangan air irigasi sekaligus menyediakan sumber air baku bagi masyarakat di wilayah selatan Magetan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....