Hujan Belum Turun, BPBD Kota Madiun Imbau Warga Bijak Gunakan Air

  • 30 Sep 2026 11:50 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun meminta masyarakat bijak menggunakan air menyusul perkiraan musim hujan yang baru akan dimulai pada pertengahan Oktober 2026. Imbauan tersebut disampaikan karena sejumlah warga di dua kelurahan mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Madiun Deddy Purnomo Santoso mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan di wilayah Madiun diperkirakan terjadi pada awal hingga pertengahan Oktober.

"Kalau menurut ramalan cuaca BMKG, kita baru memasuki awal musim penghujan itu di pertengahan Oktober," kata Deddy.

Deddy mengatakan informasi tersebut diperoleh dalam rapat BPBD Provinsi Jawa Timur yang menghadirkan narasumber dari BMKG Juanda. Karena itu, BPBD Kota Madiun mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air hingga musim hujan tiba.

Imbauan telah disampaikan melalui media sosial serta surat kepada kelurahan agar diteruskan kepada masyarakat.

"Kami sebenarnya sudah melakukan imbauan lewat media sosial, kemudian juga lewat surat ke kelurahan agar warga itu bijak menggunakan air," ujarnya.

Kondisi kekeringan mulai dirasakan warga di Kelurahan Kelun dan Tawangrejo. Di Kelurahan Kelun, sekitar 14 kepala keluarga mengalami kesulitan air karena sumur yang mereka gunakan sudah tidak lagi mengalir. Sedangkan di Kelurahan Tawangrejo, kondisi serupa dialami sekitar tujuh kepala keluarga.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, BPBD Kota Madiun bersama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) melakukan distribusi air bersih secara rutin setiap dua hari sekali.

Menurut Deddy, penggunaan air tanah untuk berbagai kebutuhan, termasuk pengairan, juga meningkat. Kondisi tersebut membuat warga yang mengandalkan sumur air tanah semakin kesulitan memperoleh air.

"Prediksi kekeringan itu untuk pengisian tandon mungkin masih berjalan sampai dengan pertengahan Oktober," kata dia.

Deddy mengatakan Kelurahan Kelun dan Tawangrejo merupakan wilayah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan. Hingga saat ini, BPBD baru menerima dan mendata laporan dari dua kelurahan tersebut.

"Sementara yang kami data hampir setiap tahun itu di dua kelurahan itu. Yang lainnya mungkin belum ada laporan," ujarnya.

BPBD Kota Madiun membuka layanan permintaan bantuan air bersih bagi warga yang mengalami kesulitan. Pengajuan dilakukan melalui kelurahan setempat.

Menurut Deddy, kelurahan terlebih dahulu mendata jumlah keluarga yang membutuhkan air. Data tersebut kemudian disampaikan melalui surat kepada BPBD. Petugas selanjutnya melakukan survei sebelum menyalurkan bantuan.

"Setelah itu kami drop tandon penampung air, kemudian kami isi air bersih," kata Deddy. (adk)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....